SIDOARJO TERKINI
Headline Hukum & Kriminal Indeks

Sopir Truk Penabrak Pelajar di Gedangan Divonis Hakim PN Sidoarjo 2 ,2 Tahun, Ibu Korban Kecewa

 

Kecewa Putusan Hakim, Maryati ibu korban

(SIDOARJOterkini) – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo menjatuhkan vonis 2 tahun 2 bulan penjara kepada terdakwa Yunianto atas perkara kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban Jonathan Marcel Cindrawan meninggal dunia.

Ketua majelis hakim Leba Max Nandoko Rohi menyatakan terdakwa bersalah melakukan tindak pidana kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban Jonahtan Marcel Ananda Cindrawan meninggal dunia.

“Kepada terdakwa dijatuhkan pidana penjara selama 2 tahun 2 bulan,”ucapnya.

Keputusan atas terdakwa Junianto tersebut sebagaimana diatur dalam Pasal 310 ayat 4 Undang-undang RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Vonis yang dijatuhkan tersebut lebih rendah dari tuntutan hukuman pidana penjara yang dijatuhkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sidoarjo selama 4 tahun penjara. Meski demikian, pihak JPU tengah pikir-pikir melakukan upaya banding atas vonis tersebut.

Di sisi lain, Mariyati (45), ibu almarhum Jonahtan Marcel Ananda Cindrawan, menilai jika vonis tersebut masih belum mewakili keadilan baginya karena kehilangan putranya untuk selama-lamanya.

BACA JUGA :  Komisi D DPRD Sidoarjo Dukung Penambahan Puskesmas Secara Bertahap

“Saya kehilangan putra untuk selamanya,” ucapnya, Rabu (10/11/2021). “Hukuman segitu masih jauh dari rasa keadilan. Masak menghilangkan nyawa anakku cuman dihukum semacam itu, masak adil,” tambahnya sambil menangis sesegukan mengingat almarhum putranya.

Warga Jalan Ahmad Yani Surabaya itu raut wajahnya masih terlihat sedih, seakan tak percaya putra ketiga dari empat saudara itu telah tiada. Apalagi di benaknya, almarhum putranya adalah sosok yang baik dan malaikat baginya.

Mariyati mengingat sebelum peristiwa itu menimpa, almarhum putranya itu sempat pinjam handphone saya untuk belajar dan keluar membawa sepeda motor Ninja Ninja L 5754 LC.

Namun, ibu empat anak itu sempat kaget ketika ada seseorang menelpon ke rumah dan memberitahukan bahwa putranya kecelakaan di Jalan Raya Gedangan, Sidoarjo.

BACA JUGA :  Ketua PKK Sidoarjo Promosikan Kampung Literasi Tebel Dengan Menggelar Lomba Lukis Cat

“Saya sempat tidak percaya. Saya akhirnya datang ke lokasi dan memang benar melihat anak saya tergeletak di pinggir jalan. Saya langsung syok,” kenangnya.

Saat kejadian itu, korban yang masih siswa kelas XI SMAN 15 Surabaya itu kemudian diangkut dengan mobil pikap menuju rumah sakit Mitra Keluarga namun tim medis menyatakan sudah tidak tertolong.

“Akhirnya putra saya dibawa ke RSUD Sidoarjo. Lalu dibawa ke Nganjuk untuk dikebumikan di makam keluarga yang ada di sana,” akunya.

Meski demikian, Mariati sangat kecewa dengn pihak Kepolisian karena saat kecelakaan itu dikatakan kecelakaan tunggal. Untuk membantah itu, keluarga kemudian berusaha mencari informasi.

Pihak Keluarga mendapat rekaman CCTV di lokasi bahwa korban tidak kecelakaan tunggal namun terlibat kecelakaan dengan Truck Nopol AD 1593 UA yang dikemudikan terdakwa Yunianto. Bukan hanya itu, pihak keluarga juga mendapat rekaman video dari masyarakat yang diunggah di medsos.

BACA JUGA :  Bertemu PMII, Bupati Sidoarjo: Harus Jadi Agen Lawan Intoleransi

Namun, lebih terpukul lagi bagi Mariyati bahwa almarhum putranya dikatakan saksi dalam sidang tak memakai helm dan tak membawa STNK. Padahal, dalam video juga terlihat jelas korban pakai helm dan membawa surat-surat kendaraannya di dalam tas yang sempat dibuka oleh warga sekitar.

“Jujur saya sempat kecewa dengan proses penyidikan di Satlantas Polresta Sidoarjo,” ungkapnya. Apalagi, barang bukti helm dan surat STNK tidak dijadikan barang bukti dalam persidangan.

“Sudah disampaikan saat penyidikan barang bukti itu, tapi waktu itu disuruh bawa lagi. Ini bagi kami aneh. Kan seharusnya ini dijadikan barang bukti,” jelasnya.(cles)