SIDOARJO TERKINI
Headline Indeks Politik & Pemerintahan

Pro dan Kontra Pengeboran Sumur Lapindo, Ini Dia Warga Yang Setuju dan Menolak

Warga Banjar Asri dan Kedungbanteng berdoa bersama dan syukuran potong tumpeng setelah pengurukan area sumur gas Lapindo di Kedungbanteng dihentikan
Warga Banjar Asri dan Kedungbanteng berdoa bersama dan syukuran potong tumpeng setelah pengurukan area sumur gas Lapindo di Kedungbanteng dihentikan

(TANGGULANGINterkini)- Rencana pengeboran yang akan dilakukan Lapindo Brantas Inc, ternyata didukung oleh mayoritas warga Desa Kedungbanteng,Kecamatan Tanggulangin. Hal ini ditegaskan Sekretaris BPD Kedungbanteng Istafudin.

Menurutnya, sudah ada kesepakatan antara warga dan Lapindo Brantas Inc.Warga juga sudah diberi kompensasi. “Jadi mayoritas warga Kedungbanteng tidak ada masalah atas rencana pengeboran itu,” ujarnya.

Apalagi, lanjut Istafudin, warga Kedungbanteng sudah dipasang jaringan gas (jargas). Nantinya, dari sumur Lapindo yang akan digunakan untuk menyuplai gas warga.

Menurut Istafudin, keberadaan sumur gas Lapindo lebih banyak manfaatnya untuk warga. Sejak Lapindo masuk ke kawasan itu tahun 2001 lalu, warga tidak ada masalah. “Kalau yang menolak itu warga Banjar Asri. Lha, lokasi sumur gas Lapindo itu kan di Kedungbanteng. Kami tidak ada masalah,” tegasnya lagi.

Senada juga diungkapkan Asriful warga RT 4 RW 2 Kedungbanteng. “Rumah saya yang paling dekat dengan lokasi sumur Lapindo. Kami tidak ada masalah, kalau mau ngebor lagi silahkan. Asalkan warga diberi kompensasi dan ada jaminan keselamatan,” tandasnya diamini warga Kedungbanteng lainnya.

BACA JUGA :  Lelang Parkir via Youtube Capai Rp 32 Miliar, Bupati Muhdlor: Bentuk Transparansi

Sementara itu,dihentikannya aktivitas pengurukan areal sumur gas Lapindo Brantas Inc di Tanggulangin 1 (TGA-1) disambut suka cita oleh warga sekitar. Mereka menggelar syukuran dengan doa bersama dan memotong tumpeng, Selasa (12-1-2016)

BACA JUGA :  Pemotor Patah Tangan, Usai Motor Yang Dikendarainya Diserempet Truk di Jalan Sidorejo Krian

Mereka adalah warga Kedungbanteng dan Banjar Asri, Kecamatan Tanggulangin. Warga bersyukur karena aktivitas di sumur gas di Desa Kedungbanteng dihentikan. Bahkan, ada sebanyak 12 tumpeng disiapkan oleh warga dari kedua desa yang berdekatan langsung dengan sumur gas itu.

Mereka menggelar tikar di depan jalan sebagai tempat duduk. Para ibu-ibu dan anak-anak langsung berkerumun menyantap sajian dari tumpeng yang sudah disediakan. “Alhamdulilah ini rasa syukur kita karena keinginan kita sudah didengar pemerintah,” ujar Sutoyo, warga Kedungbanteng.

BACA JUGA :  Komisi B DPRD Sidoarjo Minta Disperindag Awasi Penjualan dan Cegah Penimbunan Minyak Goreng

Sutoyo mengaku warga senang dengan langkah pemerintah yang merespon sikap warga. Diberhentikannya aktivitas di sumur TGA-1 membuat warga lega. “Terima kasih Pak Gubernur (Soekarwo), terima kasih Pak Menteri ESDM dan pak presiden,” tandasnya.

Selama ini warga resah atas rencana pengoboran sumur oleh Lapindo sebenarnya sudah terjadi sejak lama. Warga khawatir jika semburan lumpur kembali terjadi untuk kedua kalinya dan menimpa sumur di Kedungbanteng.(st-12)