SIDOARJO TERKINI
Headline Hukum & Kriminal Indeks

Polisi Jemput Ibu Bayi ke Jember

image

Polisi saat olah TKP di lokasi mayat bayi yang dikubur bapaknya.

(SUKODONOterkini)- Polsek Sukodono menjemput Reni Widyastuti, ibu bayi ke Jember. Hal ini dilakukan untuk mengungkap kronologis dan motif dikuburnya mayat bayi hasil hubungan diluar nikah tersebut.

Bahkan, agar tidak diketahui, Arif membawa mayat bayinya dengan tas kresek. Padahal, mayat bayi itu sudah mulai berbau busuk.

Satu jam berkeliling mencari lokasi, Arif akhirnya memilih semak-semak di pinggir jalan tol Sidoarjo-Surabaya. Dia berpikiran mengubur mayat bayi itu dini hari dan dekat tol agar diketahui orang. Sayangnya, aksinya ini kepergok Emir Taufik, anggota linmas.

Kapolsek Sukodono AKP Ariek Indra Sentanu mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus ini dan belum menetapkan pelaku sebagai tersangka. “Anggota saya masih menjemput Reni ke Jember untuk dimintai keterangan,” tandasnya.

BACA JUGA :  Wakil Bupati Sidoarjo : Kualitas Pendidikan di Sekolah Negeri dan Swasta Setara

Karena belum ditetapkan sebagai tersangka, pelaku belum ditahan dan masih sebatas diamankan di Polsek Sukodono. Ariek mengaku pihaknya akan menungkap kasus ini seterang-terangnya.

BACA JUGA :  Berawal Hubungan Kerja, Pria Sukodono Nikahi Bule Australia

Apalagi kasus ini dilihat dari kronologisnya berada di tiga wilayah. Yakni, saat melahirkan di Kecamatan Waru, menyimpan mayat bayi di kosnya di wilayah Kecamatan Buduran dan dikubur di wilayah Kecamatan Sukodono.

Mayat mayi masih disimpan di kamar mayat RS Bhayangkara Pusdik Porong. “Jenazag bayi masih kita perlukan untuk penyelidikan. Apakah nantinya akan dikubur oleh keluarga pelaku kita tunggu saja,” ujar Ariek.

BACA JUGA :  Kades Suko Sukodono Resmi Ditetapkan Tersangka Pungli PTSL Oleh Kejari Sidoarjo

Pria yang akan pindah tugas menjadi Kapolsek Singosari, Malang ini mengaku belum tahu apakah bayi itu mati sendiri atau dibunuh. Meskipun dari pengakuan pelaku, bayi itu mati lima menit setelah lahir. (st-12)