SIDOARJO TERKINI
Headline Hukum & Kriminal Indeks Politik & Pemerintahan

Kunjungi Lapas Porong, Kakanwil Minta Jajarannya Dengarkan Keluhan Narapidana

 

(SIDOARJOterkini) – Kanwil Kemenkumham Jatim berupaya meningkatkan pelayanan di lapas/ rutan. Kakanwil Zaeroji meminta jajarannya untuk lebih mendengarkan keluhan para warga binaan.

Hal itu disampaikan Zaeroji saat mengunjungi Lapas I Surabaya hari ini (17/5). Didampingi Kalapas Jalu Yuswa Panjang, Zaeroji memberikan arahan kepada seluruh pejabat struktural.

Zaeroji mengumpamakan lapas/ rutan sebagai ‘rumah sakit.’ “Karena banyak orang sakit di sini, baik secara mental maupun perilaku,” ujarnya.

BACA JUGA :  Sosialisasi Penanganan PMK Oleh Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo di Kodim 0816/Sidoarjo

Untuk itu, pria kelahiran Samarinda itu berharap para petugas lapas bisa ‘menyembuhkan’ para narapidana. Jangan sampai mereka kambuh dan mengulangi perbuatannya. Salah satu caranya adalah dengan meggunakan pendekatan dari hati ke hati.

“Petugas harus banyak mendengar keluhan dari narapidana, jangan sampai mereka stres,” pesan Zaeroji.

Mantan Sekretaris Ditjen Imigrasi itu juga meminta jajarannya untuk mengoptimalkan pembinaan. Dia mencontohkan pembinaan industri meubelair yang sudah merambah pasar ekspor. Menurutnya, pihak lapas harus mendorong warga binaannya untuk aktif ikut pembinaan dan meningkatkan keterampilannya.

BACA JUGA :  Kementerian ATR/BPN Gelar Sosialisasi Program Stategis Bagi Masyarakat Sidoarjo

“Sehingga ketika di dalam, mereka punya kesibukan, ketika bebas mereka sudah punya bekal,” urainya.

Selain itu, dia berharap para petugas bisa menjaga kondusifitas lapas. Riak-riak kecil yang ada harus bisa diselesaikan. Kekompakan menjadi hal penting yang harus diutamakan.

BACA JUGA :  Babinsa Koramil 0816/13 Wonoayu Pantau Festival Anak Sawah di Kampung Lali Gadget Pagerngumbuk

“Petugas harus tanggap, ketika ada potensi risiko, segera laporkan dan cari jalan keluar,” jelasnya.

Terakhir, dia meminta jajarannya untuk terus berinovasi. Karena tuntutan dari masyarakat sangat dinamis. Yaitu dengan mulai memperhatikan hal-hal kecil di sekitar.

“Jangan terlena dengan predikat WBK/ WBBM, terus berinovasi dan berikan yang terbaik untuk masyarakat,” pesannya. (cles)