SIDOARJO TERKINI
Headline Hukum & Kriminal Indeks

Kemenkumham Jatim Gandeng TNI/ Polri Cari Deteni Asal Palestina

 

MDH Deteni asal Palestina yang kabur dari Rudenim

(SIDOARJOterkini) l Surabaya – Kanwil Kemenkumham Jatim membenarkan adanya pelarian deteni yang berada di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Surabaya di Raci, Pasuruan. Saat ini pihak Kemenkumham berkolaborasi dengan TNI/ Polri untuk melakukan pencarian.

Hal itu dibenarkan Kadiv Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Jatim Jaya Saputra.

“Benar, telah terjadi pelarian deteni berinisial MDH sekitar pukul 12.00 WIB siang ini,” ujar Jaya, Minggu sore 2 Januari 2022 melalui siaran pers tertulisnya.

BACA JUGA :  16.659 Narapidana di Jatim Dapat Remisi Umum Kemerdekaan RI

Pria asli betawi itu menjelaskan bahwa kronologis pelarian deteni berinisial MDH itu berawal saat petugas hendak melakukan penguncian blok hunian. Sesuai SOP yang ada, petugas mengontrol tiap blok dan petugas berada di lorong blok deteni.

“Awalnya situasi kondusif dan aman,” ujarnya.

Namun, beberapa saat kemudian, deteni asal Palestina itu mengambil jemuran dan tiba-tiba lari keluar blok dan berusaha mengambil motor petugas. Saat perebutan motor, terjadi perkelahian antara deteni MDH dan petugas.

BACA JUGA :  Tingkatkan Layanan Masyarakat, BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo Resmi Tempati Kantor Baru

“Saat perkelahian terjadi, deteni MDH berhasil lari ke pintu depan,” lanjut Jaya.

Sesaat setelah sampai di bagian depan Rudenim, deteni MDH merusak tempat penyimpanan kunci mobil. Dia lalu mengambil mobil yang ada di garasi. Deteni berusia 41 tahun itu melarikan diri dengan menabrakkan mobil berkali-kali ke pintu pagar.

“Saat ini kami telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian maupun TNI untuk pencarian,” terang Jaya.

BACA JUGA :  Dua Motor Terlibat Tabrakan di Jalan Seduri Balongbendo, 2 Pengendara Luka Berat

Dia juga berharap informasi dari masyarakat jika melihat mobil yang dibawa lari oleh deteni MDH. Yaitu mobil chevrolet jenis Orlando berwarna hitam dengan nomor polisi N 1030 SP (plat merah).

“Kami membuka pintu seluas-luasnya jika ada informasi dari masyarakat,” tutupnya. (cles)