SIDOARJO TERKINI
Headline Indeks Pilbup Sidoarjo 2020

Giliran GP Ansor Ikut-ikutan Tolak Pak Tjip

image

Pengurus GP Ansor Sidoarjo saat jumpa pers pernyataan sikap menolak kader tua.

(SIDOARJOterkini)- Setelah sebelumnya kader muda PKB dan MWC NU. Kini giliran Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sidoarjo mengisyaratkan menolak Hadi Sutjipto sebagai cawabup mendampingi Saiful Ilah.

Bahkan, pengurus GP Ansor Sidoarjo menggelar jumpa pers, Jumat (19/6/2015). Dalam jumpa pers tersebut, ditegaskan jika minta yang menjadi cawabup yang mendampingi Saiful Ilah dari kader muda.

Ketika ditanya apakah Pak Tjip (panggilan akrab Hadi Sutjipto) merupakan kader muda?, Ketua GP Ansor Sidoarjo Slamet Budiono menegaskan bukan. “Tentunya kita tahu kader muda NU yang mendaftar cabup maupun cawabup,” tandasnya.

Awalnya, Slamet Budiono menegaskan jika pihaknya menginginkan cabup-cawabup dari kader muda NU. Namun, ketika ditanya jika cabup PKB dari kader tua, maka dia meminta agar cawabupnya dari kader muda NU. “Karena cabupnya sudah Abah Saiful, maka cawabupnya harus dari kader muda NU,” pintanya.

BACA JUGA :  RSUD Krian Buka Perekrutan Pegawai Medis dan Non Medis, Berikut Penjelasannya

Ditanya apakah Ansor sudah menentukan dukungan kepada salah satu kandidat calon?, Slamet Budiono mengaku saat ini belum. Namun, nantinya calon yang akan didukung dari kader muda NU dan kans menangnya tinggi.

BACA JUGA :  Panen Perdana Pisang Cavendish, Sahabat Petani Bakalan Wringinpitu Gelar Syukuran

GP Ansor menggelar jumpa pers sehari setelah MWC NU menyatakan sikap menolak pencalonan Hadi Sutjipto dan minta kader muda NU yang mendampingi Saiful Ilah. Tampaknya, setelah ada sinyal kuat jika pengurus DPP PKB akan menjatuhkan rekomendasi cawabup PKB kepada Pak Tjip, gelombang penolakan terus menguat.

BACA JUGA :  Ajak UKM Bangkit dari Pandemi, Alfamart dan Nestlé Gelar Festival UKM Sabang-Merauke

Terutama dari kalangan NU dan banom-nya (underbow). Seperti dari GP Ansor, tidak menutup kemungkinan banom NU lainnya juga akan bergerak.

Gerakan penolakan kepada Pak Tjip seolah-olah ingin menegaskan jika kalangan NU tidak menginginkan wakil bupati itu mendampingi Saiful Ilah. Namun, disisi lain kyai sepuh NU menghendaki agar Pak Tjip dan Saiful Ilah tetap bersama. (st-12)