SIDOARJOterkini – Jasa para pejuang kemerdekaan tak boleh berhenti menjadi catatan sejarah. Pesan itu mengemuka dalam peringatan Hari Veteran Nasional sekaligus HUT ke-62 Persatuan Istri Veteran Republik Indonesia (PIVERI) di Pendopo Belakang Delta Wibawa, Sidoarjo, Kamis (20/8/2026).
Mengusung tema “Veteran Menjaga Nilai Juang Menginspirasi Indonesia Maju”, kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 peserta. Selain menjadi bentuk penghormatan kepada para veteran, momentum ini juga menjadi pengingat bagi generasi penerus untuk melanjutkan nilai-nilai perjuangan dalam kehidupan saat ini.
Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan Indonesia Raya dan Mars Veteran. Suasana semakin khidmat saat peserta membacakan Panca Marga. Kebersamaan kemudian terasa melalui penampilan paduan suara ibu-ibu PIVERI.
Ketua DPC LVRI Sidoarjo Mayor Mar. (Purn) Prayitno menegaskan, semangat mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus terus diwariskan lintas generasi.
“Veteran bukan sekadar bagian dari masa lalu, tetapi merupakan cermin perjuangan yang harus terus dikenang. Nilai-nilai perjuangan, nasionalisme dan semangat menjaga keutuhan NKRI harus diwariskan kepada generasi penerus agar jasa para pejuang tidak pernah dilupakan,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Sidoarjo melalui Kabakesbangpol Fredik Suharto, S.Sos., M.M., menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada para veteran atas pengorbanan mereka dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
“Bangsa ini dapat berdiri tegak sampai saat ini tidak terlepas dari jasa dan pengorbanan para veteran. Sejak merebut hingga mempertahankan kemerdekaan, para pejuang telah memberikan teladan tentang keberanian, keteguhan dan kecintaan kepada bangsa. Nilai perjuangan tersebut tidak boleh dilupakan,” katanya.
Pasi Ops Kodim 0816/Sidoarjo Kapten Arh. Aan Chunaidi menilai peringatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Menurutnya, nilai perjuangan yang diwariskan para veteran masih relevan untuk menghadapi tantangan bangsa saat ini.
“Bagi kami, para veteran merupakan teladan yang tidak pernah lekang oleh waktu. Semangat juang yang telah diwariskan menjadi pengingat bagi generasi penerus bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini lahir dari pengorbanan yang tidak ringan,” ujarnya.
Aan mengatakan, perjuangan generasi saat ini tidak harus dilakukan dengan mengangkat senjata. Mengisi kemerdekaan melalui karya, menjaga kerukunan dan memperkuat kepedulian sosial merupakan bentuk lain dari meneruskan perjuangan.
“Perjuangan hari ini tidak selalu dilakukan dengan mengangkat senjata. Mengisi kemerdekaan dengan karya, menjaga kerukunan, memperkuat persatuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat juga merupakan bentuk nyata meneruskan semangat perjuangan para veteran,” katanya.
Ia berharap komunikasi dan hubungan antara TNI, para veteran serta masyarakat terus terjaga. Pengalaman dan keteladanan para veteran, lanjutnya, menjadi sumber pembelajaran penting bagi generasi muda.
“Semangat para veteran harus menjadi inspirasi bagi kita semua. Selama nilai perjuangan terus dikenang dan diamalkan, maka pengabdian para pejuang tidak akan pernah berhenti,” tuturnya.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan syukur atas perjalanan perjuangan para veteran serta eksistensi PIVERI yang telah memasuki usia 62 tahun.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan menyanyikan lagu Bagimu Negeri. Suasana keakraban pun terasa hingga akhir acara.
Peringatan tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukanlah titik akhir perjuangan. Kemerdekaan merupakan amanah yang harus dijaga dan diisi dengan karya serta pengabdian untuk bangsa dan negara.(cles)













