SIDOARJOterkini – Upacara Penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung khidmat di Lapangan Semambung, Desa Semambung, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, Senin (17/8/2026) sore.
Upacara diikuti berbagai unsur pemerintahan, TNI-Polri, tenaga pendidik, organisasi perempuan, kader masyarakat, serta orang tua dan wali Paskibra. Kehadiran mereka menjadi wujud kebersamaan dalam memberikan penghormatan kepada Sang Saka sekaligus mengenang perjuangan para pahlawan.
Semarak peringatan kemerdekaan semakin terasa dengan penampilan paduan suara siswa SMP Negeri 1 Wonoayu. Penampilan para pelajar tersebut tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan nasionalisme melalui pendidikan dan seni.
Batuud Koramil 0816/13 Wonoayu Pelda Anjar R mengatakan, penurunan bendera bukan sekadar prosesi seremonial, tetapi mengandung nilai penghormatan, disiplin, nasionalisme, dan rasa syukur atas kemerdekaan.
“Upacara penurunan bendera bukan hanya sebuah kegiatan seremonial. Di dalamnya terdapat nilai penghormatan, disiplin, nasionalisme, dan rasa syukur atas kemerdekaan yang telah diwariskan oleh para pahlawan kepada generasi penerus,” ujarnya.
Menurutnya, kemerdekaan merupakan amanah yang harus dijaga bersama. Generasi saat ini memiliki tanggung jawab meneruskan perjuangan para pahlawan melalui peran masing-masing.
“Bagi pelajar, perjuangan dapat dilakukan dengan belajar tekun dan berprestasi. Bagi masyarakat, dapat diwujudkan melalui kerja keras, kepedulian sosial, menjaga kerukunan, serta ikut membangun lingkungan,” jelasnya.
Pelda Anjar juga mengapresiasi keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam upacara tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga persatuan dan kondusivitas wilayah.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran seluruh unsur. Kebersamaan seperti ini merupakan modal penting untuk menjaga persatuan dan menciptakan suasana wilayah yang aman serta kondusif,” katanya.
Ia menekankan pentingnya menanamkan nilai nasionalisme kepada generasi muda sejak dini. Selain ilmu pengetahuan, anak-anak perlu dibekali karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, dan kecintaan terhadap Tanah Air.
“Anak-anak kita adalah generasi penerus. Mereka harus dibekali bukan hanya dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga karakter, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, dan semangat kebangsaan,” tuturnya.
Pelda Anjar mengajak masyarakat tidak membiarkan semangat kemerdekaan berhenti setelah rangkaian upacara selesai. Nilai gotong royong dan persatuan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Semangat kemerdekaan jangan hanya muncul ketika ada upacara. Mari kita wujudkan setiap hari melalui sikap saling menghormati, membantu sesama, menjaga keamanan lingkungan, menaati aturan, serta bergandengan tangan dalam membangun wilayah,” tambahnya.
Ia berharap momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI semakin memperkuat sinergi seluruh elemen masyarakat di Kecamatan Wonoayu.
“Merah Putih yang sore ini kita turunkan dari tiangnya hendaknya tetap berkibar dalam hati, menjadi simbol persatuan, pengabdian, dan kecintaan kita kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.
Upacara berlangsung aman, tertib, dan lancar. Penurunan Sang Saka di Lapangan Semambung menjadi penutup rangkaian peringatan kemerdekaan sekaligus pengingat bahwa kemerdekaan bukan sekadar warisan, melainkan amanah yang harus diisi dengan karya, persatuan, dan pengabdian.(cles)













