SIDOARJOterkini – Rencana penyelenggaraan kegiatan sound horeg di Desa Banjarpanji, Kecamatan Tanggulangin, dibahas dalam forum istighosah, tahlil, persiapan Lailatul Ijtima’, serta diskusi yang digelar di Masjid Baitul Muttaqin, Selasa (21/7/2026). Forum ini menjadi ruang musyawarah untuk menjaga kerukunan dan menciptakan situasi keamanan yang tetap kondusif di tengah masyarakat.
Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri unsur pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat keamanan, serta warga setempat. Acara diawali dengan istighosah dan tahlil, dilanjutkan sambutan para undangan, kemudian diskusi terbuka mengenai pelaksanaan kegiatan sound horeg, sebelum ditutup dengan doa bersama.
Dalam forum tersebut, peserta menyepakati bahwa kegiatan masyarakat merupakan bagian dari kreativitas yang patut diapresiasi. Namun, pelaksanaannya harus tetap mematuhi aturan yang berlaku, menjaga ketertiban umum, menghormati waktu ibadah, serta memperhatikan kenyamanan warga di lingkungan sekitar.
Peserta juga menekankan pentingnya koordinasi antara penyelenggara kegiatan dengan pemerintah desa, aparat TNI-Polri, tokoh agama, dan tokoh masyarakat sebelum acara digelar. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah potensi kesalahpahaman maupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Babinsa Koramil 0816/06 Tanggulangin yang hadir dalam kegiatan itu menegaskan bahwa TNI siap mendukung setiap kegiatan masyarakat yang memberikan manfaat positif, selama dilaksanakan sesuai ketentuan dan tidak mengganggu ketertiban umum.
“TNI melalui aparat kewilayahan akan terus mendukung kegiatan masyarakat yang memperkuat persatuan dan kebersamaan. Namun, pelaksanaannya harus tetap mengedepankan aturan, menghormati hak masyarakat lain, dan menjaga kondusivitas wilayah,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan. Menurutnya, komunikasi yang baik antara pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat keamanan, dan warga menjadi kunci menjaga suasana tetap aman dan harmonis.
Selain itu, perbedaan pandangan terkait penyelenggaraan kegiatan di tengah masyarakat diharapkan dapat diselesaikan melalui dialog yang santun dan saling menghormati, sehingga nilai-nilai persaudaraan dan gotong royong tetap terpelihara.
Melalui forum ini, diharapkan sinergi antara pemerintah desa, TNI-Polri, ulama, tokoh masyarakat, dan warga semakin kuat dalam menjaga persatuan, kerukunan, serta stabilitas keamanan di Kecamatan Tanggulangin, sehingga kehidupan bermasyarakat tetap berlangsung damai dan harmonis.(cles)













