SIDOARJOterkini – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sidoarjo memperkuat komitmen lintas sektor dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika melalui peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan yang digelar di Media Center BNNK Sidoarjo, Jalan Perum Taman Pinang Blok AA 8 No. 1A itu menjadi momentum mempererat sinergi pemerintah, aparat penegak hukum, TNI-Polri, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun ketahanan daerah terhadap ancaman narkotika.
Peringatan HANI dipimpin Kepala BNNK Sidoarjo Kombes Pol Gatot Sugeng Susanto, S.H. dan dihadiri sekitar 20 peserta, di antaranya Bupati Sidoarjo H. Subandi, S.H., M.Kn., Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Inf Abraham Prihadi, S.H., M.H., Kasat Narkoba Polresta Sidoarjo AKP Suparman mewakili Kapolresta Sidoarjo, perwakilan DPRD, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, Bakesbangpol Kabupaten Sidoarjo, serta Bank Jatim Cabang Sidoarjo.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan ramah tamah sebagai ajang memperkuat koordinasi antarlembaga.
Selanjutnya, seluruh peserta mengikuti Zoom Meeting Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta mengikuti agenda nasional yang menekankan pentingnya kolaborasi seluruh komponen bangsa dalam mewujudkan Indonesia yang bersih dari penyalahgunaan narkoba.
Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Inf Abraham Prihadi menegaskan bahwa peringatan HANI harus menjadi pengingat sekaligus penguat komitmen seluruh elemen masyarakat untuk melindungi generasi muda dari ancaman narkotika.
“Perang melawan narkoba bukan hanya menjadi tanggung jawab BNN ataupun aparat penegak hukum semata, tetapi merupakan kewajiban seluruh elemen bangsa. Pencegahan harus dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat, karena kepedulian adalah benteng pertama dalam melindungi generasi penerus bangsa,” ujarnya.
Menurut Dandim, upaya pemberantasan narkotika tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga harus dibarengi dengan edukasi dan penguatan kesadaran masyarakat agar mampu menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba.
Ia menegaskan, Kodim 0816/Sidoarjo siap terus bersinergi dengan BNN, pemerintah daerah, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung berbagai program pencegahan dan pemberantasan narkotika.
“TNI berkomitmen untuk terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. Masa depan Indonesia berada di tangan generasi muda yang berkualitas, sehingga mereka harus kita lindungi dari segala bentuk ancaman yang dapat merusak karakter maupun masa depannya,” tegasnya.
Peringatan HANI 2026 di Kabupaten Sidoarjo berlangsung dengan tertib dan penuh semangat kebersamaan. Melalui kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, dan masyarakat, diharapkan kesadaran akan bahaya narkoba terus meningkat sehingga mampu mewujudkan Sidoarjo yang aman, sehat, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.(cles)













