SIDOARJOterkini – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat komitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang bersih, transparan, dan berintegritas. Salah satunya dengan mendorong Desa Kwangsan, Kecamatan Sedati, menjadi percontohan Desa Anti Korupsi tingkat nasional.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kegiatan monitoring Tim Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Desa Kwangsan, Rabu (29/7/2026). Kegiatan dihadiri Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, Ketua Satgas Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI Andhika Widiarto, Tim Penilai Provinsi Jawa Timur, serta jajaran pemerintah daerah dan perangkat desa.
Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana mengatakan, program Desa Anti Korupsi bukan sekadar penilaian, melainkan langkah strategis untuk membangun budaya antikorupsi dari tingkat pemerintahan desa.
“Program Desa Anti Korupsi bukan semata-mata sebuah kompetisi, tetapi upaya membangun budaya antikorupsi sejak dari pemerintahan desa yang paling dekat dengan masyarakat,” ujarnya.
Mimik berharap Desa Kwangsan mampu menjadi contoh bagi desa-desa lain melalui pengelolaan keuangan yang transparan, pelayanan publik yang akuntabel, serta keterlibatan masyarakat dalam pembangunan desa.
Sementara itu, Ketua Satgas Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI Andhika Widiarto menegaskan bahwa program Desa Anti Korupsi bertujuan membangun sistem pemerintahan desa yang mampu mencegah praktik korupsi.
“Hadiah terbesar dari Desa Anti Korupsi adalah rasa aman bagi pemerintah desa dalam mengelola keuangan karena seluruh proses dilakukan secara transparan, akuntabel, dan sesuai aturan,” tegasnya.
Andhika juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Desa Kwangsan yang terus membenahi tata kelola pemerintahan hingga masuk dalam tahapan penilaian nasional. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil sinergi pemerintah desa, BPD, dan masyarakat.
Melalui monitoring ini, Desa Kwangsan diharapkan mampu mewakili Jawa Timur pada penilaian Desa Anti Korupsi tingkat nasional sekaligus menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Sidoarjo dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas.(cles)













