
(SIDOARJOterkini)-Pasangan cabup-cawabup Warih Andono dan Imam Sugiri (WANI) mendesak agar Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dan instansi terkait diminta agar segera menurunkan atribut bupati dan wakil bupati. Pasalnya, masa jabatan bupati dan wakil bupati Sidoarjo berakhir 1 November 2015.
Semua atribut bupati dan wakil bupati sidoarjo sudah harus bersih bersamaan masa akhir jabatan. “Tanggal 1 November semua atribut bupati dan wakil bupati, seperti baliho dan gambar lainnya harus sudah bersih,” pinta cawabup Imam Sugiri, saat silaturahmi dengan wartawan Sidoarjo, Jumat (30/10/2015)
Atribut bupati dan wakil bupati wajib diturunkan karena keduanya sama-sama maju sebagai calon bupati Sidoarjo. Hal ini sebagai netralitas dalam Pilkada Sidoarjo.
Paslon yang diusung Golkar dan PAN ini menambahkan, jika sampai sampai atribut bupati dan bupati tidak diturunkan, mengindikasikan Panwaslu tidak netral. “Harus diturunkan, lha itu tugas Panwaslu dan instansi terkait lainnya,” tandas Imam Sugiri.
Cawabup nomer urut 4 ini menjelaskan, jika sampai tanggal 1 November atribut bupati dan wakil bupati masih ada, pihaknya akan mempertanyakan kepada Panwaslu. Hal itu bisa menjadi catatan kinerja pengawas Pilkada yang terindikasi tidak netral.
Atribut bupati dan wakil bupati masih banyak terpang disejumlah titik. Seperti di bundaran Taman Pinang GOR Delta Sidoarjo, kemudian di Jalan Raya Buduran dan lainnya.”Kami minta gambar bupati dan wakil bupati sudah tidak adalagi 1 November nanti,” tandas Imam Sugiri yang juga Ketua DPD PAN Sidoarjo tersebut.
Imam Sugiri berharap agar himbauannya ini diperhatikan oleh Panwaslu dan instansi terkait lainnya. Sebab, jangan sampai gambar bupati dan wakil bupati dijadikan alat kampanye dua paslon bupati dengan nomer urut 3 dan 1. (st-12)