SIDOARJOterkini – Pemerintah bersama aparat gabungan mulai melakukan penertiban dan normalisasi Sungai Afvoer Kedungguling yang membentang dari Kelurahan Gebang hingga Desa Wedoro Klurak, Kamis (7/5/2026). Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran aliran sungai sekaligus mengantisipasi potensi banjir akibat penyempitan bantaran.
Kegiatan ini melibatkan unsur Dinas PU, Satpol PP Kecamatan, Polsek, Koramil, serta Forkopimka Sidoarjo Kota dan Candi. Sinergi lintas instansi itu difokuskan pada penataan kawasan bantaran sungai agar lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
Dalam forum koordinasi, Batuud Koramil 0816/02 Candi, Peltu Hendi T.U., menegaskan bahwa penertiban dilakukan bukan semata untuk membongkar bangunan liar, melainkan mengembalikan fungsi sungai agar tetap optimal.
“Penertiban ini bagian dari upaya bersama menjaga fungsi sungai agar tetap berjalan baik dan tidak menimbulkan persoalan lingkungan di kemudian hari,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan persuasif kepada masyarakat selama proses penertiban berlangsung. Menurutnya, komunikasi yang baik menjadi kunci agar kegiatan berjalan lancar tanpa memicu gejolak di lapangan.
Sementara itu, perwakilan Polsek melalui AKP Yudi mengingatkan agar seluruh proses penertiban dilakukan sesuai prosedur dan dilengkapi administrasi yang jelas. Surat pemberitahuan hingga surat penertiban kepada pemilik bangunan di bantaran sungai dinilai penting untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
“Kegiatan harus berjalan tertib dan humanis, sehingga masyarakat dapat memahami tujuan utama normalisasi sungai ini,” katanya.
Koramil 0816/02 Candi juga memastikan kesiapan personel TNI dalam mendukung pengamanan selama proses normalisasi berlangsung. Koordinasi antarlembaga disebut menjadi langkah penting guna mencegah potensi gangguan keamanan di lokasi kegiatan.
Peltu Hendi berharap normalisasi Sungai Afvoer Kedungguling mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam mencegah banjir serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan tertata.
“Kami siap bersinergi bersama seluruh unsur terkait demi menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung,” tegasnya.
Normalisasi dan penataan bantaran Sungai Kedungguling ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah dan aparat kewilayahan terhadap kelestarian lingkungan sekaligus menjaga fungsi sungai sebagai sarana vital bagi masyarakat.(cles)













