SIDOARJO TERKINI
Headline Indeks Politik & Pemerintahan

Wow…APBD Capai Rp 4,2 T, Tapi Serapan Anggaran Rendah

image

      Kursi banyak yang kosong saat paripurna pengesahan P-APBD 2015 karena banyak dewan dan kepala SKPD yang tidak hadir.

(SIDOARJOterkini)- APBD Kabupaten Sidoarjo tahun 2015 setelah Perubahan mencapai Rp 4,2 Triliun. Sayangnya, penyerapan anggaran sampai bulan Agustus masih rendah hanya 38 persen.

Naiknya APBD itu setelah dilakukan pembahasan anggaran Perubahan APBD 2015 antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sidoarjo dan Tim Anggaran Pemkab Sidoarjo. Akhirnya P-APBD 2015 disahkan dalam rapat paripurna, Rabu (9/9/2015)

BACA JUGA :  Dandim 0816/Sidoarjo Imbau Kesadaran Anggota Militer dan PNS Dalam Mengamankan Wilayah

Dalam laporan Banggar yang dibacakan juru bicaranya Eny Suryani dipaparkan jika pendapatan daerah sebesar Rp 3,3 triliun, kemudian di P-APBD 2015 menjadi Rp 3,5 triliun. “Hasil pembahasan Banggar dan Timgar ada kenaikan pendapatan lagi sekitar 20 miliar,” ujar politisi Demokrat tersebut.

Demikian pula belanja daerah, dari Rp 3,6 triliun menjadi Rp 4,1 triliun. Setelah pembahasan, ada kenaikan lagi sehingga menjadi sekitar Rp 4,2 triliun.

BACA JUGA :  Jasad Bapak Anak yang Tenggelam di Sungai Mas Banjar Pertapan Taman Berhasil Ditemukan

Ketua DPRD Sidoarjo Sullamul Hadi Nurmawan mengaku jika disahkannya P-APBD 2015 merupakan hasil kerja keras badan anggaran dan tim anggaran agar disahkan tepat waktu. Pasalnya, untuk menyerap anggaran yang sudah dialokasikan dalam P-APBD itu hanya mempunyai waktu efektif tiga bulan.

Sullamul mengaku, setelah P-APBD disahkan dewan, kemudian akan diajukan ke Gubernur Jatim untuk dievaluasi. “Kami berharap hasil evaluasi gubernur tidak lama dan program kerja bisa dilaksanakan,” ujar politisi PKB tersebut.

BACA JUGA :  Perkembangan Terkini Pencarian Bapak dan Balitanya yang Tenggelam di Sungai Mas Banjar Pertapan Taman

Bupati Sidoarjo Saiful Ilah mengaku jika dalam Perubahan APBD 2015 ini mengutamakan program prioritas. Terutama terkait pembangunan infrastruktur, salah satunya jalan.

Untuk itulah, Saiful Ilah berharap agar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bisa menyerap anggaran perubahan. “Salah satunya anggaran perubahan untuk sarana prasarana jalan,” ungkapnya.

Saiful Ilah mengakui jika serapan anggaran selama ini relatif rendah. Namun, dia sudah menginstruksikan kepada SKPD untuk menuntaskan program kerja yang belum diselesaikan. (st-12)