SIDOARJO TERKINI
Headline Indeks Pendidikan & Kesehatan

Kelompok Perempuan Ini Minta Peredaran Rokok Diperketat

image

(WARUterkini)-Perempuan anti tembakau atau rokok yang tergabung dalam Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT) dan Badak Kerjasama Olahraga Wanita (BKOW), mendesak peredaran rokok di perketat. Pasalnya, rokok dinilai sebagai pintu gerbang dari Narkoba.

Bahkan, saat ini pemuda sudah kecanduan atau menjadi perokok aktif. “Kandungan dalam rokok, sangat membahayakan kesehatan,” ujar Ketua WITT Ari S dalam kampanye anti rokok, Senin (16/3/2015).

Untuk itu, Ari mendesak agar peredaran rokok harus diperketat.  Sebelum semakin parah meracuni generasi muda dan lainnya.

BACA JUGA :  Ketua PKK Sidoarjo Bekali 200 Kader PKK Kecamatan Ilmu Keprotokolan dan MC

Dia menandaskan, pemerintah harus mempunyai regulasi soal peredaran rokok dan tidak boleh beredar tanpa ada kontrol. Rokok, selain mengganggu kesehatan, juga menggangu perekonomian suatu keluarga.

“Banyak kebutuhan keluarga yang sangat lebih penting yang harus diutamakan, dari pada untuk membeli rokok yang jelas-jelas mengancam kesehatan,” tukasnya.

Hal sama juga ditegaskan oleh Hj Fatma Saifullah Yusuf Ketua BKOW. Jumlah perokok di Indonesia sudah sangat memprihatinkan. Dia mengakui, tidak hanya kalangan remaja, melainkan juga para orang tua. Termasuk para kyai, juga banyak yang menjadi perokok berat.

BACA JUGA :  Melalui Pendidikan Perkoperasian, Kopwan Delta Sari Diharapkan Semakin Maju dan Berkembang

“Makanya setiap suami saya mengunjungi ke suatu tempat atau ke pondok pesantren, sering saya minta Gus Ipul juga menyinggung untuk selalu menjaga kesehatan, termasuk dalam berhenti merokok,” imbuhnya seperti menganjurkan ke Gus Ipul suaminya itu.

Fatma juga setuju gerakan tidak merokok disadari dari kalangan para orang tua, tokoh masyarakat dan pejabat. “Sudah saatnya merokok yang bisa menggerogoti ketahanan tubuh itu, ditinggalkan oleh semua orang,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Mitra Sehat Mandiri Gelar Wisuda, Begini Pesan Wabup Sidoarjo 

Gerakan yang dilakukan oleh para wanita anti rokok itu bukan untuk mematikan para petani tembakau, yang justru kebanyakan dari Jatim. Melainkan peredaran dan ada pembatasan agar tidak beredar bebas hingga dapat dijangkau oleh kalangan muda usia produktif. “Kita minta ada aturan tegas dan diperketat peredaran rokok tersebut,” pungkasnya.(st-13)