SIDOARJO TERKINI
Headline Indeks Politik & Pemerintahan

Warga Keberatan Hasil Verifikasi, BPN Ukur Ulang Lahan Frontage Road

Petugas BPN mengukur ulang lahan milik warga yang akan terkena proyek frontage Buduran-Waru
Petugas BPN mengukur ulang lahan milik warga yang akan terkena proyek frontage Buduran-Waru

(SIDOARJOterkini) – Petugas Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sidoarjo terpaksa melaksanakan pengukuran ulang lahan dan bangunan warga di Kecamatan Buduran dan Kecamatan Gedangan yang terkena dampak pembangunan Frontage Road. Hal Ini menyusul adanya keberatan sekitar 16 warga yang lahannya terkena dampak pembangunan Frontage Road sepanjang 9,9 kilometer untuk mengurangi kemacetan jalur Sidoarjo – Surabaya itu.

“Dari pembebasan 253 berkas lahan milik warga ada 16 warga yang keberatan atas hasil verifikasi yang dilaksanakan BPN sebelumnya. Makanya tadi dilaksanakan pengukuran ulang,” terang Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga, Sigit Setiawan,Kamis (17/12/2015).

Pengukuran ulang itu, kata Sigit tujuannya untuk mengetahui pasti batas lahan milik warga yang terkena dampak pembangunan frontage yang bakal menelan anggaran senilai Rp 17 miliar itu. Apalagi, dalam pembebasan itu masih ada lahan warga yang memiliki surat keterangan yang berbeda-beda. Diantaranya ada yang Surat Hak Milik (SHM) atau sertifikat, ada yang Letter C dan ada yang masih menggunakan petok D.

BACA JUGA :  Berawal Hubungan Kerja, Pria Sukodono Nikahi Bule Australia

“Sebelumnya BPN memang sudah melakukan verifikasi batas tanah warga itu. Tapi, untuk kejelasan dan kepastian batas tanah BPN itu perlu dilakukan verifikasi ulang di lapangan tadi siang itu,” imbuhnya.

Sedangkan Koordinator Ukur BPN Kabupaten Sidoarjo, Sutono Hadi menjelaskan pengukuran ulang untuk Desa Sruni, Kecamatan Gedangan itu bakal diselesaikan sehari. Pihaknya mengaku ada kendala dalam pengukuran di lapangan itu. Selain banyak lahan dan rumah yang pemiliknya tidak di lokasi pengukuran. Khusus di Desa Sruni, Kecamatan Gedangan itu ada 8 berkas lahan yang diukur ulang. Selain lahan milik warga sebagian milik perusahaan termasuk PT Maspion. Oleh karenanya, pihaknya mengajak perangkat desa. Ismanto dan Kades Sruni, Saiful Imaduddin.

BACA JUGA :  Wakil Bupati Sidoarjo : Kualitas Pendidikan di Sekolah Negeri dan Swasta Setara

“Yang kami ukur hari ini khusus lahan yang sudah SHM. Kami pastikan pengkuran dari belakang ke depan. Karena banyak warga yang membuat pagar depan dimundurkan 1 meter atau lebih agar jalan di depan lahan warga itu lebih lebar. Tujuannya agar ada kepastian ukuran lahan warga yang terkena dampak pembangunan frontage road,” kata Sutono Hadi.

BACA JUGA :  Kades Suko Sukodono Resmi Ditetapkan Tersangka Pungli PTSL Oleh Kejari Sidoarjo

Sutono mencontohkan lahan milik Harun, pembangunan pagar depannya dimundurkan 1 meter. Sehingga bisa dipastikan hampir lahan sepanjang jalan Desa Sruni di lahan milik Harus itu pagar depannya dimundurkan semua.

“Masalahnya selain ada pemilik lahan tak di lokasi pengukuran ada yang sudah meninggal dunia. Makanya sekarang dan beberapa hari ke depan kami fokus pengukuran lahan warga dan perusahaan bukan masalah lahan PT KAI yang terdampak,” pungkasnya.(myu)