SIDOARJO TERKINI
Headline Hukum & Kriminal Indeks

Warga Desa Jati Alun-alun Resah Gara-gara Jenazah Budi Dimakamkan di Dalam Rumah

img-20160915-wa0030

img-20160915-wa0033
(PRAMBONterkini) – Masyarakat Dusun Jedong Pandaian, Desa Jati Alun-alun resah dengan keberadaan makam Budi (43) yang disemayamkan didalam ruang tamu rumahnya, Senin (12/09) kemarin di Dusun Jedong Pandaian RT 06 RW 02, Desa Jati Alun-alun, Kecamatan Prambon, Sidoarjo.

Menurut data yang diperoleh Sidoarjoterkini.com, Budi meninggal di rumah sakit lantaran penyakit yang dideritanya. Pihak keluarga memakamkan almarhum, lantaran wasiat kepada Ida (42), sang istri agar dimakamkan didalam rumah.

“Almarhum berwasiat kepada ahli warisnya kalau beliaunya meninggal dimakamkan didalam rumah. Setelah itu saya berkordinasi dengan warga radius beberapa meter gak ada yang keberatan,” ujar Ansori, Kepala Desa Jati Alun-alun, Kamis (15/09/2016).

BACA JUGA :  Wajah Alun - Alun Sidoarjo Dipercantik, Akan Dibangun Taman Air Mancur

Disinggung dengan atas keresahan warga saat ini, Ansori mengatakan bahwa sebelumnya sudah membuatkan surat pernyataan kepada warga. “Saya juga sempat berkordinasi sama pak Kiai nya dan warga tidak keberatan maka saya memberanikan diri memakamkan didalam rumah,” terangnya.  

Sementara itu, Abdul Rozak (55), warga setempat mengaku takut dengan keberadaan makam itu, apalagi anak dan cucu perempuannya. Karena jarak makam dengan kamar anaknya berjarak kurang lebih satu meter, sehingga mereka menderita tekanan batin.

BACA JUGA :  86.720 KPM se-Kabupaten Sidoarjo, Terima Bantuan Pangan Beras 10 Kg 3 bulan berturut-turut

Selain itu, terkait menandatangani surat pernyataan yang diberikan oleh perangkat desa, dirinya tidak memahami isinya. Abdul Rozak juga mengira surat pernyataan yang ia tanda tangani bersama tiga warga lainnya, diperuntukkan kepada seluruh masyarakat setempat. “Waktu pulang kerja, tiba-tiba saya disuruh tanda tangan gitu aja,” kata Abdul Rozak.

Hal sama yang dikatakan Abdurrohman (53), tetangga yang tidak jauh dengan keberadaan makam itu resah. Karena, dirinya takut para murid dari seorang ustad yang dimakamkan didalam rumah itu menjadi musyrik. Dirinya berharap agar makam tersebut dipindahkan ke makam umum desa setempat.

BACA JUGA :  DPRD Sidoarjo Dorong Pemerintah Tingkatkan Program Pengentasan Kemiskinan

“Harapannya ya agar bisa di makamkan di pemakaman umum. Supaya tidak membahayakan para pengikutnya,” harap Abdurrohman.

Kapolsek Prambon, AKP Satuji saat dilokasi menyatakan atas banyaknya warga yang resah, pihaknya akan mengevaluasi ulang dengan melibatkan aparat desa dan warga. “Akan kita tinjau kembali dan akan kita musyawarahkan dengan tokoh-tokoh agama terkait warga yang resah,” ucapnya.(alf)