SIDOARJO TERKINI
Headline Indeks Pilbup Sidoarjo 2020

WANI Bantah Paslon Boneka di Pilkada Sidoarjo

Paslon WANI (Warih Andono-Imam Sugiri)
Paslon WANI (Warih Andono-Imam Sugiri)

(SIDOARJOterkini)-Calon bupati dan wakil bupati nomer urut 4, Warih Andono-Imam Sugiri disebut-sebut calon boneka. Majunya dalam Pilkada Sidoarjo untuk memecah suara.

Keberadaan paslon berjuluk WANI ini untuk memuluskan cabup-cawabup nomer urut 3 Saiful Ilah dan Nur Achmad Syaifudin agar menang dalam Pilkada. Bahkan, dalam beberapa kesempatan Saiful Ilah memberi sinyal jika WANI adalah calon pendukungnya. “Tiga ditambah empat bersatu menang tok,” ujar Saiful Ilah saat pengundian nomer urut beberapa waktu lalu.

Bukan hanya Saiful Ilah yang menyebut WANI adalah calon pendukungnya. Namun, salah satu pengurus PKB saat bazar di Industri Tas dan Koper (Intako) Tanggulangin juga menyindir Imam Sugiri yang hadir dalam acara itu. Yakni, WANI menang kalah tetap untung.

BACA JUGA :  RSUD Krian Buka Perekrutan Pegawai Medis dan Non Medis, Berikut Penjelasannya

Cawabup Imam Sugiri mengaku jika ada yang menyebut WANI calon boneka merupakan fitnah besar. “Termasuk yang dikatakan salah satu pengurus PKB katanya WANI menang kalah tetap untung. Konotasinya kita ini calon boneka,” tegasnya, Kamis (5/11/2015)

Ketua DPD PAN Sidoarjo tersebut membantah jika dia dan Warih Andono merupakan calon boneka. Golkar dan PAN berkoalisi mengusung Warih Andono dan Imam Sugiri maju Pilkada serius.

BACA JUGA :  Sopir Mengantuk, Truk Tabrak Tiang Listrik hingga Terguling di Jalan Trosobo Taman

Imam Sugiri mengakui, jika dilihat dari segi finansial WANI masih kalah dengan tiga paslon lainnya.”Kita diuntungkan dengan aturan APK dibiayai oleh KPU,” ujarnya.

BACA JUGA :  Lelang Parkir via Youtube Capai Rp 32 Miliar, Bupati Muhdlor: Bentuk Transparansi

Bantahan serupa juga diungkapkan Warih Andono. Menurutnya, Golkar mendorong agar kadernya maju sebagai cabup-cawabup. Karena itulah, Golkar akan all out memenangkan calonnya yang maju Pilkada. “Saya maju cabup atas restu DPP Golkar bukan boneka,” tandasnya. (st-12)