SIDOARJO TERKINI
Headline Indeks Politik & Pemerintahan

Tolak Harga Appresial, Pemilik Lahan Blokir Akses Tol SuMo

Perwakilan pemilik lahan tol SuMo saat bertemu dengan PPK Tol SuMo
Perwakilan pemilik lahan tol SuMo saat bertemu dengan PPK Tol SuMo

(SIDOARJOterkini)-Pemilik lahan yang terkena proyek Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) menolak harga tanah yang sudah ditetapkan tim appresial. Saat perwakilan warga bertemu dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) tol SuMo di Pemkab Sidoarjo, Rabu (2/12/2015) tidak membuahkan hasil. Warga akhirnya tetap memblokir lahannya.

20 warga pemilik lahan di wilayah Waru ini minta harga tanahnya pada tahun 2010 senilai Rp 850 ribu/meter. Kini mereka minta disamakan dengan harga tanah disekitar yang paling strategis yakni senilai Rp 2,5 juta/meter.

Candra salah satu pemilik lahan seluas 1 hektar di area Tol Sumo mengatakan tidak akan melepaskan tanahnya untuk kepentingan Tol Sumo. “Harga yang ditawarkan sangat rendah dan tidak masuk akal,” ujarnya.

BACA JUGA :  RSUD Krian Buka Perekrutan Pegawai Medis dan Non Medis, Berikut Penjelasannya

Warga sudah sepakat kalau harga tanah tidak sesuai harapan, Tol Sumo akan tetap di blokir. “Tanah kami di hargai Rp 850 ribu/meter. Padahal lokasinya sama, ada tanah lain yang dibayar oleh tim appraisal seharga Rp 2.5 juta/meter. Kenapa ada diskriminasi atau perbedaan soal harga tanah,” tambah Chandra.

Candra meminta harga yang dibuat oleh tim appresial di revisi karena merugikan pemilik lahan yang terkena pembangunan tol. Jika tidak mau menaikkan harga tanah, warga meminta transparansi atau buka-bukaan soal harga tanah yang sudah dibayar oleh tim.
.
PPK Tol Sumo Akhmad Purwanto mengaku sulit memenuhi tuntutan warga. Tanah yang belum beres itu, tahun 2010 sudah melalui tahap konsinyasi atau uangnya sudah dititipkan ke PN Sidoarjo.

BACA JUGA :  Petani Desa Randegan Gelar Keleman Ungkap Syukur Masuki Masa Tanam

Bahkan, tahun 2010 warga juga tidak melakukan gugatan upaya konsinyasi itu. Jika sekarang minta harganya dirubah tentu tidak bisa.

Tim appresial sudah punya arahan atau sudah sesuai dengan kondisi tanah yang ada. Selain itu sudah melalui tahapan perbaikan ekonomi didalam harga yang sudah ditetapkan.

Pria yang akrab disapa Totok ini menjelaskan, pembebasan lahan Tol Sumo sudah mencapai 75 persen. Artinya prosentasi yang didapat dalam pembebasan lahan sudah mencapai 75 persen, dan konsinyasi sudah boleh dilakukan. “Harga patokan yang diplot tim appresial sudah sesuai dengan kondisi di lapangan,” tandasnya.

BACA JUGA :  Panen Perdana Pisang Cavendish, Sahabat Petani Bakalan Wringinpitu Gelar Syukuran

Asisten l Pemkab Sidoarjo M Asrofi mengemukakan akan melakukan kordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk melakukan rapat atau pertemuan lagi membahas soal pemblokiran Tol Sumo. “Dua sampai tiga hari kedepan, kami akan mngundang para pejabat untuk membahas masalah ini,” ucapnya.(st-12)