
SIDOARJOterkini — Upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan di tingkat kecamatan kembali ditegaskan melalui Mini Lokakarya (Minilok) Puskesmas Balongbendo Tahun Anggaran 2025 yang digelar pada Selasa (25/11/2025). Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan Puskesmas Balongbendo itu dihadiri berbagai pemangku kepentingan, termasuk Koramil 0816/10 Balongbendo yang diwakili Kapten Inf Hendro Sugiono, S.H.
Pertemuan koordinasi lintas sektor tersebut menjadi forum strategis untuk menyelaraskan program kesehatan dasar, memperkuat jejaring kerja, dan meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat Balongbendo.
Pada sesi pemaparan, Puskesmas Balongbendo menyampaikan capaian pelayanan sepanjang tahun berjalan, termasuk peningkatan cakupan program prioritas. Sejumlah tantangan lapangan juga mengemuka, seperti optimalisasi posyandu, pemerataan informasi jadwal imunisasi, penanganan gizi buruk, hingga deteksi dini penyakit tidak menular (PTM).
Program prioritas tahun mendatang pun dipetakan kembali agar lebih tepat sasaran. Di antaranya peningkatan cakupan imunisasi, penguatan layanan dan kader posyandu, upaya percepatan penurunan stunting, edukasi gizi masyarakat, serta peningkatan kesiapsiagaan kesehatan dalam situasi darurat di tingkat kecamatan.
Sesi tanya jawab berlangsung konstruktif, menghasilkan berbagai masukan dan langkah nyata untuk dijalankan secara kolaboratif.
Forum kemudian menyepakati sejumlah rekomendasi, antara lain:
- Penguatan koordinasi lintas sektor agar jadwal imunisasi, posyandu, dan layanan gizi tersampaikan merata ke seluruh desa.
- Pelibatan aktif aparat desa, sekolah, dan tokoh agama dalam kampanye kesehatan masyarakat.
- Perencanaan intervensi gizi dan edukasi bagi ibu hamil serta balita secara terkoordinasi antar instansi.
- Penyusunan mekanisme rujukan dan dukungan logistik, termasuk sinergi dengan Koramil dan Polsek agar respons terhadap situasi kesehatan darurat dapat berjalan cepat dan efektif.
Danramil 0816/10 Balongbendo, Kapten Inf Hendro Sugiono menyampaikan bahwa TNI siap bersinergi dalam peningkatan kesehatan masyarakat.
“Kehadiran Koramil dalam forum seperti ini adalah bentuk komitmen kami untuk mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat. TNI bukan hanya hadir dalam aspek keamanan, tetapi juga siap bersinergi dengan Puskesmas, pemerintah kecamatan, dan elemen masyarakat untuk menyukseskan program-program kesehatan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa TNI siap membantu koordinasi lapangan, termasuk pendampingan kegiatan imunisasi massal, sosialisasi pencegahan stunting, hingga dukungan logistik sederhana bila diperlukan.
“Sinergi ini penting agar layanan kesehatan sampai ke seluruh lapisan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, dan lansia. Kami juga mendorong pendekatan kolaboratif dengan sekolah, posyandu, dan tokoh masyarakat agar pesan kesehatan lebih cepat sampai,” tambahnya.
Kapten Hendro juga menekankan pentingnya komunikasi berkelanjutan antar instansi agar setiap program berjalan terarah dan menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
Mini lokakarya berlangsung hangat, profesional, dan penuh antusiasme. Para peserta menunjukkan komitmen kuat dalam mencari solusi bersama terkait akses dan mutu layanan kesehatan di Balongbendo.
Kegiatan ditutup dengan kesepakatan untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi yang telah dirumuskan, termasuk memperkuat sistem koordinasi dan memastikan setiap program kesehatan dilaksanakan secara terstruktur.
Melalui pertemuan lintas sektor ini, diharapkan seluruh program kesehatan di Kecamatan Balongbendo semakin terintegrasi, responsif, dan berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh.(cles)
