SIDOARJO TERKINI
Headline Hukum & Kriminal Indeks Politik & Pemerintahan

Tingkatkan Religiusitas, Lapas Porong Ajak Warga Binaan Ngaso

Warga Binaan Lapas Porong saat menggelar pengajian rutin dan doa bersama

(SIDOARJOterkini) – Kondisi over kapasitas di Lapas I Surabaya Kanwil Kemenkumham Jatim harus disikapi dengan cara-cara kreatif. Termasuk dalam menerapkan pembinaan kerohanian kepada warga binaan. Lapas yang terletak di Kecamatan Porong itu mengadakan pengajian rutin di blok hunian lewat program ngaji dan solat bersama (NGASO).

“Program ini dibuat di blok hunian karena Masjid Lapas tidak cukup menampung seluruh WBP,” ujar Kepala Lapas I Surabaya Gun Gun Gunawan, Sabtu 20 November 2021.

Sebenarnya, lanjut Gun Gun, pihaknya menggiatkan solat 5 waktu bersama di masjid lapas. Namun, pihaknya memberikan tambahan asupan rohani lewat program ngaso ini.

BACA JUGA :  Pesepeda Angin Luka Berat, Ditabrak Motor di Jalan Kemangsen Balongbendo

“Ngaso ini rutin kita gelar dari blok satu ke blok yang lain pada malam Kamis-Jumat,” tutur Gun Gun.

Selain sebagai sarana ibadah, forum keagamaan ini menjadi media untuk mempererat tali silaturahmi sesame warga binaan sekaligus petugas. Maklum, masyarakat Jawa Timur selama ini memang erat dengan budaya tahlil maupun doa bersama. Kegiatannya pung disamakan dengan kegiatan tahlil di desa-desa. Mulai dari tawasul pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan pembacaan istighosah yang dipimpin salah satu ustadz yang bertugas di Masjid Nurul Fuad Lapas Surabaya.

BACA JUGA :  Pengelolaan SDM Terus Diperbaiki, Pemkab Sidoarjo Raih Penghargaan BKN Award

“Jadi kita buat semirip mungkin dengan budaya yang ada di masyarakat, biar mereka merasa sedang bermasyarakat juga,” urainya.

BACA JUGA :  Begal Yang Nyaris Tewas Dimassa di Jalan Lebo Sidoarjo Sempat Ancam Bunuh Korbannya

Pada Jumat malam (19/11), NGASO bertempat di blok C yang diikuti sebanyak 45 warga binaan. Mereka terlihat khusyuk dalam membaca tiap kalimat-kalimat doa. Usai kegiatan, petugas juga memberikan informasi tentang peraturan dan perkembangan proses pembinaan bagi warga binaan.

“Kami berharap warga binaan bisa semakin tenang, sehingga kondisi lapas juga tetap aman,” terangnya. (cles)