SIDOARJO TERKINI
Headline Indeks Pajak Politik & Pemerintahan

Tingkatkan Pendapatan Daerah, BPPD Sidoarjo Tambah Alat Perekam Pajak di Restoran Kawasan Bandara Juanda

 

Kepala BPPD Sidoarjo Ari Suryono  meninjau pemasangan alat perekam pajak di restoran kawasan Bandara Juanda

(SIDOARJOterkini) – BPPD ( Badan Pelayanan Pajak Daerah ) Kabupaten Sidoarjo terus berupaya meningkatkan pendapatan daerah dari sektor Pajak dengan memperbanyak pemasangan alat perekam pajak.

Petugas BPPD Sidoarjo melakukan pemasangan perekam pajak di sejumlah restauran yang berada di kawasan Bandara Juanda, diantaranya di sebuah restoran Bakmi Gocit, Jumat 3 November 2021.

“Kita terus berupaya menaikkan pendapatan daerah dari sektor pajak, beberapa alat perekam pajak kita pasang di restoran kawasan Juanda,”ungkap Ari Suryono Kepala BPPD Sidoarjo.

Saat ini lanjut Ari, alat perekam pajak sudah terpasang di 30 restauran yang berada di kawasan bandara Juanda. Dirinya mentargetkan tahun depan 40 restauran yang beroperasi di kawasan Bandara akan terpasang perekam pajak.

“Secara bertahap pemasangan dilakukan dan insya Allah tahun depan semua restoran di Bandara sudah terpasang,”ujarnya

BACA JUGA :  Dirgahayu TNI ke 77, Bupati Sidoarjo: TNI Milik Rakyat, TNI Adalah Kita

Sejauh ini pendapatan pajak daerah yang dipungut dari bandara Juanda mencapai Rp 35 Milyar dan Rp 6 Milyar diambil dari restauran.

Dikatakan Ari, BPPD Sidoarjo telah melakukan pemasangan alat perekam pajak sebanyak 198 buah di cafe dan restoran yang berada di Sidoarjo, dan jumlah tersebut akan terus ditambah. Harapannya target pendapatan pajak dari restauran pada tahun 2021 bisa mencapai Rp 63 Milyar.

BACA JUGA :  8 Cara Membedakan antara Action Figure Asli dan Palsu

“Dengan alat perekam pajak yang terpasang, pendapatan pajak akan bisa transparan,”imbuhnya.

Sementara itu Airport Comersial Senior Manager Angkasa Pura 1 Bandara Internasional Juanda Mahendra menyambut baik penambahan alat perekam pajak oleh BPPD di restoran yang ada di Bandara Internasional Juanda.

“Saat pandemi banyak banyak restoran yang tutup, saat ini sudah sekitar 40 restauran dari 100 restoran di kawasan bandara yang sudah buka,”ucap Mahendra.

BACA JUGA :  Bupati Sidoarjo Bersama Deltamania Gelar  Doa Bersama Untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Hal tersebut lanjut Mahendra, disebabkan karena menurunnya jumlah penumpang saat ada pembatasan karena wabah Corona. Saat sebelum pandemi jumlah penumpang bisa mencapai 45 ribu penumpang, dan saat ini tinggal sekitar 25 ribu penumpang setiap harinya.

“Sehingga dengan menurunnya jumlah penumpang akan berpengaruh pada pengunjung restauran,”ucapnya.

Ditambahkannya, dengan penambahan alat perekam pajak di restauran kawasan Bandara, Angkasa Pura 1 ikut membantu transparansi pendapatan pajak ke BPPD Sidoarjo.

“Sinergitas antara BPPD dan Angkasa Pura 1 bisa terjalin melalui pajak ini,”imbuhnya. (st-12/cles)