SIDOARJO TERKINI
Headline Hukum & Kriminal Indeks

Tidak Terima Atas Kematian Keponakannya, Warga NTT Panjat Reklame

IMG-20160824-WA0031

(WARUterkini) – Agustinus (48) warga Ngada, Bajawa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), nekat memanjat papan reklame setinggi 20 meter di sisi timur persis bundaran waru, Rabu (24/08/2016).

Pemuda yang tercatat sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi Surabaya itu nekat memanjat reklame, karena tak merelakan kematian David, keponakan dari kakaknya yang mengalami kecelakaan tunggal di Papua sehingga meninggal dunia.

Dilokasi, tim dari basarnas mencoba untuk membujuk agustinus supaya segera turun. Pemuda ini membentangkan tiga spanduk, satu diantaranya kain berwarna merah putih. Adapun tulisan di dua sepanduk itu yakni, ‘kami napi bukan babi’, ‘hukum mati pembunuh anak-anak yatim’, hukum oknum aparat serta tulisan lainnya. Dalam aksinya nekatnya ini, sontak menjadi perhatian warga dan pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.

BACA JUGA :  Perkembangan Terkini Pencarian Bapak dan Balitanya yang Tenggelam di Sungai Mas Banjar Pertapan Taman

“Kecelakaan itu murni kecelakaan tunggal. Saya sudah telpon Bupati dan Kapolres soal meninggalnya David. Tapi Agustinus beranggapan tidak wajar,” kata Thody (52) yang teru merayu Agustinus untuk turun dari reklame. IMG-20160824-WA0032

BACA JUGA :  Dandim 0816/Sidoarjo Imbau Kesadaran Anggota Militer dan PNS Dalam Mengamankan Wilayah

Dirinya menambahkan, sebelumnya ketika agustinus menemuinya, Thody sudah meyakinkan dan memberikan pengertian agar mengikhlaskan kepergian keponakannya itu. “Tapi Agustinus masih tidak bisa menerima,” tukas pria yang juga dosen tersebut.

Lebih jauh dia menjelaskan, David yang meninggal itu sudah dianggap anaknya sendiri. Sedangkan David itu sejak kecil diasuh oleh saudaranya juga dari kesatuan TNI. Anggota tersebut yang merelakan kepergian David, dinilai Agustinus tidak membelanya sampai muncul tulisan itu.

BACA JUGA :  Truk Fuso Tabrak Motor di Jalan Kemasan Krian, Dua Orang Luka Serius

Thody dan keliarga lainnya juga akan menyanggupi atau mendukung ke Jakarta agar tidak berbuat nekat lagi. “Semoga Agustinus bisa menerima apapun hasil perjuangannya dan tidak nekat berbuat yang membahayakan,” harapnya.(alf)