SIDOARJO TERKINI
Headline Indeks Pilbup Sidoarjo 2020

Tidak Tahu Kalau Mundur, DPP PKB Sempat Rekom Hadi Sutjipto

image

(SIDOARJOterkini)- Jika HMG. Hadi Sutjipto tidak mundur dari bursa penjaringan cawabup PKB. Bisa jadi dia yang direkom DPP PKB sebagai cawabup mendampingi Saiful Ilah.

Pasalnya, DPP PKB sempat mengeluarkan rekomendasi cawabup ke Hadi Sutjipto. Bahkan, rekomendasi itu sudah ditulis dan disebutkan pasangan cabup-cawabup Sidoarjo Saiful Ilah dan Hadi Sutjipto.

Ketua DPC PKB Sidoarjo Saiful Ilah sempat kaget ketika diberitahu jika DPP PKB merekom Hadi Sutjipto. Pasalnya, Pak Tjip sudah mengundurkan diri dari bursa cawabup PKB.

Saiful Ilah kemudian menjelaskan ke DPP bahwa Pak Tjip sudah mundur dari bursa cawabup. “Saya jelaskan ke DPP PKB kalau Pak Tjip sudah mundur, lha wong dia sudah pamit ke saya. Itu saksinya KH Imron Rofii dan Pak Tamat,” ujarnya.

Saiful Ilah kemudian diberitahu alasan kenapa DPP PKB memberi rekomendasi cawabup ke Hadi Sutjipto. Tak lain karena Ketum PKB Muhaimin Iskandar sungkan dengan kyai di Sidoarjo.

BACA JUGA :  Lelang Parkir via Youtube Capai Rp 32 Miliar, Bupati Muhdlor: Bentuk Transparansi

Karena, Pak Tjip banyak mendapat dukungan dari kyai. Namun, setelah dijelaskan jika Pak Tjip sudah mengundurkan diri barulah, DPP PKB mengubah keputusannya.

BACA JUGA :  Tekan Penyebaran Covid-19, Petugas Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Wilayah Tanggulangin

Ketika ditanya pernyataannya hanya ingin membesarkan hati Pak Tjip saja? Saiful Ilah mengaku jika benar adanya demikian. Jika Pak Tjip tidak mundur, rekom cawabup akan jatuh ke pria yang kini menjabat Wakil Bupati Sidoarjo ini.

Dalam kesempatan itu, Saiful Ilah juga menjelaskan jika Pak Tjip mendaftar ke PDIP. Dan dia mendengar jika dari PDIP merekom cabup, Pak Tjip akan meninggalkan cawabup di PKB

Saiful Ilah bahkan menyebut, jika Pak Tjip sebenarnya tidak berminat menjadi cawabup. Namun, dia memang memilih menjadi cabup.

BACA JUGA :  Ini Program Prioritas Bupati Muhdlor yang Akan Dituntaskan di Tahun 2022

Atas pertimbangan itulah, kemudian DPP PKB merubah rekomendasi cawabup ke Nur Achmad Syaifudin. Dengan pertimbangan, dari tujuh calon lainnya, Cak Nur lah yang paling mumpuni.

Saiful Ilah juga menyebut jika hasil fit and propertest, nilai Cak Nur paling bagus. “Kalau dari hasil tes DPW dan DPP PKB, nilai Cak Nur peringkat atas,” pungkas Bupati Sidoarjo yang masa tugasnya berakhir 1 November 2015 itu. (st-12)