SIDOARJO TERKINI
Headline Indeks Politik & Pemerintahan

Untuk Kesekian Kalinya Bupati Saiful Ilah Terima Piala Adipura, Ini Persembahan Untuk Warga Sidoarjo

Bupati Sidoarjo Saiful Ilah menunjukkan trophy Adipura Kirana yang diserahkan oleh Wapres Jusuf Kalla
Bupati Sidoarjo Saiful Ilah menunjukkan trophy Adipura Kirana yang diserahkan oleh Wapres Jusuf Kalla

(SIDOARJOterkini)- Untuk kesekian kalinya dibawah kepemimpinan Bupati Saiful Ilah, Kabupaten Sidoarjo menerima penghargaan Piala Adipura. Kali ini, Kabupaten Sidoarjo menerima Adipura Kirana.

Tentu saja penghargaan ini tidak akan diperoleh jika tidak ada dukungan dari masyarakat untuku ikut menjaga kebersihan lingkungan. Untuk itulah, Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, mengucapkan terimakasih kepada warga Sidoarjo yang ikut serta menjaga kebersihan lingkungan.

Saiful Ilah menegaskan, penghargaan Adipura harus dipertahankan. Meski berturut-turut dibawah kepemimpinannya Sidoarjo memboyong Adipura, tapi bidang kebersihan lingkungan dan penataan kota harus ditingkatkan lagi. “Alhamdulillah, untuk kesekian kalinya Kabupaten Sidoarjo mendapat piala Adipura,” tandas Saiful Ilah, usai menerima trophy Adipura Kirana, di Istana Siak, Propinsi Riau, Jumat (22-7-2016).

Penghargaan Trophy Adipura Kirana. Penghargaan tersebut, diserahkan oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, mewakili Presiden Joko Widodo kepada Bupati Sidoarjo Saiful Ilah.

Sedangkan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Sidoarjo, Siswojo, yang ikut serta bersama bupati menyampaikan penghargaan ini diberikan pada daerah yang berhasil menjaga kebersihan dan mengelolah sampah yang dihasilkan masyarakatnya.

Kabupaten Sidoarjo dalam pengolahan sampah sudah berjalan dengan baik, Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) yang ada hampir di 18 kecamatan. Tapi yang termasuk eksis adalah TPST di kawasan lingkar timur Sidoarjo dan TPST di Desa Banjar Bendo, Kec Candi. “Kegiatan di TPST sangat efektif sehingga tak ada lagi sampahnya. Kegiatan ini sesuai dengan program kita supaya Sidoarjo zero waste, ” tandasnya.

Proses pengelohannya, sampahnya dipilah-pilah, antara yang organik dan an organik. Yang an organik seperti kaleng, kertas, platik dan lainnya bisa dijual. Hasilnya dipakai untuk menggaji warga yang mengelolah sampah. Sedangkan untuk sampah organik dijadikan pupuk. Selanjutnya, residunya dibuang ke TPA.