SIDOARJO TERKINI
Headline Indeks Pendidikan & Kesehatan

Tekan Angka Kematian Ibu Melahirkan, FMM Donor Darah

(SIDOARJOterkini)-Angka kematian ibu (AKI) melahirkan dan angka kematian bayi (AKB) lahir di Kabupaten Sidoarjo ternyata masih tinggi. Pendarahan saat melahirkan masih menjadi momok penyebab tertinggi AKB dan AKI.

Forum Masyarakat Madani (FMM) yang fokus di bidang pelayanan kesehatan ibu dan bayi lahir mendata jika jumlah AKI dan AKB masih tinggi dan mengkhawatirkan. Hal tersebut salah satunya disebabkan pengetahuan tentang ibu melahirkan sangat minim diterima oleh ibu yang sedang mengandung.

Jumlah AKI di Sidoarjo mulai 2010 hingga 2015 jumlahnya selalu di atas 20 kasus. Bahkan, pada 2012 jumlahnya hingga 29 kasus AKI. Jumlah AKB bahkan lebih banyak lagi. Di tahun 2013 jumlahnya menembus 316 AKB.

Ketua FMM Sayidati Zubaidah mengatakan, jumlah AKI dan AKB di Sidoarjo memang masih mengkhawatirkan. Ibu yang mengandung masih belum terlalu paham dengan kondisi kandungan. Sehingga, tidak melakukan kontrol ke bidan maupun dokter kandungan. “Kadang-kadang sudah terlambat dan tidak bisa ditolong lagi,” ucapnya di sela kegiatan donor darah bagi ibu melahirkan di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, Senin (12/10/2015)

Dia mengungkapkan, selama ini FMM Sidoarjo selalu melakukan pendampingan terhadap ibu hamil. Pendampingan tersebut dilakukan agar ibu tersebut bisa selalu aktif memonitor usia bayi di kandungan. Sehingga, saat melahirkan bisa diketahui kondisi bayi. “Kan jika sudah tahu kondisinya, dokter atau bidan bisa mengetahui langkah yang akan diberikan,” katanya.

BACA JUGA :  Komisi B DPRD Sidoarjo Minta Disperindag Awasi Penjualan dan Cegah Penimbunan Minyak Goreng

Data FMM, tahun 2010 ada sebanyak 22 kasus kematian ibu saat melahirkan, 2011 juga 22 kasus, 2012 meningkat menjadi 29 kasus, 2013 26 kasus, 2014 28 kasus dan 2015 sampai September 19 kasus. Demikian pula, kasus kematian bayi cukup tinggi, tercatat 2010 sebanyak 264 kasus, 2011 sebanyak 253 kasus, 2012 meningkat 313, 2013 sebanyak 316 dan 2014 sebanyak 240 kasus.

penyebab tertinggi kematian ibu melahirkan karena pendarahan yang tidak segera mendapat pertolongan. “Selama ini penyebab kematian ibu melahirkan kebanyakan karena pendarahan, Poni Sutomo, pengurus FMM Delta yang juga mantan Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Sidoarjo, saat acara donor darah di Kantor Aisyiyah Sidoarjo, Senin (12/10).

BACA JUGA :  Bupati Muhdlor : Kegiatan Keagamaan Tetap Berjalan Syaratnya Menjaga Prokes

Poni yang selama dua periode menjadi Ketua IBI Sidoarjo ini menjelaskan, perlu deteksi dini untuk ibu melahirkan. Oleh karena itu, dari FMM juga sudah memberi pendampingan kepada ibu-ibu hamil agar bisa terpantau kondisinya. Mereka bisa mengarahkan agar ibu hamil sering kontrol ke bidan atau dokter.

Kader FMM yang sudah tersebar diseluruh desa se Kabupaten Sidoarjo akan membantu ibu hamil. Terutama bagi ibu hamil yang tergolong resiko tinggi karena penyakit yang diderita. “Tahun 2014 saja angka ibu meninggal karena melahirkan sebanyak 28 orang, kasus terbanyak karena pendarahan,” jelas Poni yang mengaku jumlah bidan di Sidoarjo sebanyak 1350 orang.

Kegiatan donor darah ini diikuti sekitar 100 orang, terutama dari ibu-ibu dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida). Dalam waktu dekat FMM juga akan menggelar kegiatan rutin donor darah. Apalagi kader FMM yang tersebar di seluruh desa sekitar 540 pendamping.

BACA JUGA :  Tekan Penyebaran Covid-19, Petugas Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Wilayah Tanggulangin

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo Ika Harnasti mengatakan, masih adanya AKI dan AKB di Sidoarjo karena sejumlah aspek. Faktor pendidikan serta pengetahuan juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan AKI (angka kematian ibu) dan AKB (angka kematian bayi). Ibu hamil yang ceroboh dengan rutinitasnya menjadikan kesehatan bayi maupun ibu menjadi terganggu. “Kurang mengertinya mereka tentang kesehatan bayi dan ibu hamil memang sangat disayangkan,” ucapnya.

Menurut Ika, pembenahan fisik dan prasarana pada puskesmas dan puskesmas pembantu menjadi salah stau faktor penekanan yang dilakukan terhadap AKI dan AKB. Dilakukan rehabilitasi 12 puskesmas dan 7 puskesmas pembantu. Sedangkan pada 2013 ini sudah dilakukan rehabilitasi 22 puskesmas dan 26 puskesmas pembantu. Jumlah total puskesmas di Sidoarjo yakni 26 puskesmas dan 57 puskesmas pembantu. (st-12)

Berita Terkait

Ikut Tekan Angka Kematian Ibu Melahirkan, Dewan Minta FMM Tetap Aktif