SIDOARJO TERKINI
Headline Indeks Pilbup Sidoarjo 2020

Silaturahmi Dengan Warga Sedati, Pak Cip Beberkan Konsep Pendidikan Bagi Penyandang Cacat

Pak Cip didampingi Bendahara DPC PDI-P Sidoarjo Tarkit Erdianto saat silaturahmi dengan warga Sedati
Pak Cip didampingi Bendahara DPC PDI-P Sidoarjo Tarkit Erdianto saat silaturahmi dengan warga Sedati

(SEDATIterkini)- Cabup H.MG Hadi Sutjipto bersilaturahmi dengan warga Kecamatan Sedati. Dalam kegiatan tatap muka itu, Pak Cip juga didampingi Bendahara DPC PDIP Tarkit Erdianto yang juga anggota DPRD Sidoarjo dari dapil V (Sedati,Gedangan dab Buduran).

Setiap kali bersilahturahmi selalu ada yang baru disampaikan warga. Kali ini terkait pendidikan bagi kaum difabel alias penyandang cacat. Dalam Silahturahmi dengan Warga Sedati Agung, H. MG. Hadi Sucipto SH, MM mengungkapkan, dalam menguatkan kualitas SDM di Sidoarjo kewajiban kami tidak hanya menuntaskan program wajib belajar 12 tahun, menguatkan program Kejar Paket A sebagai solusi bagi masyarakat yang putus sekolah; dan penyediaan balai latihan kerja (BLK) untuk meningkatkan ketrampilan sumber daya manusia lokal.

BACA JUGA :  Karyawati Minimarket di Balongbendo Laporkan Atasannya Ke Polisi Usai Dilecehkan
BACA JUGA :  Sebuah Motor Raib Digondol Maling, Saat Pemiliknya Halal Bihalal di Balonggabus Candi

Dalam pembangunan bidang pendidikan juga harus menyentuh kepentingan kaum difabel (penyandang cacat). Saat ini di Sidoarjo diperkirakan ada sekitar 520 kaum difabel dan disable. Mereka tercatat 276 pemilih tuna netra, 199 pemilih tuna grahita, 64 pemilih tuna wicara, 24 pemilih tuna rungu, dan 37 pemilih tuna daksa.

BACA JUGA :  Danramil 0816/11 Tarik Hadiri Panen Perdana Padi Varitas HMS.700 di Desa Gempolklutuk

“Bersama Cak Kolik, kami sudah memiliki program terkait kaum disabel dan difabel. Pertama akan menyediakan dan mengoptimalkan sarana-prasarana sekolah inklusi di Sidoarjo. Tujuannya, memfasilitasi kebutuhan masyarakat yang memiliki anak berkebutuhan khusus agar tidak kesulitan memperoleh pendidikan sesuai kebutuhannya. Bahkan jika perlu direncanakan untuk menambah kualitas pendidik dengan menyekolahkan para guru ke Australia,” katanya. (st-12)