SIDOARJO TERKINI
Headline Hukum & Kriminal Indeks

Rumah Ketua Ranting NU Kedungsolok Dilempar Batu, Ansor Turun Tangan

img_20160926_162258
(PORONGterkini)- Pengurus Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Sidoarjo tidak tinggal diam mengetahui rumah Mustofa, Ketua Ranting NU Kedungsolok, Kecamatan Porong dilempar batu. Selain kasus ini dilaporkan polisi, Ansor juga mendampingi korban.

Sekretaris PC GP Ansor H. Reza Ali Faizini didampingi M. Nizar Waka Bidang Advokasi dan Komandan Banser H. Akhmali mengatakan pihaknya akan mengawal dan mendampingi korban. Selain itu sikap PC Ansor Sidoarjo, pertama, meminta proses hukum dari bahan laporan teror yang bersangkutan, harus ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian. 

BACA JUGA :  Call Center 112 Menjadi Solusi Bagi Warga Sidoarjo Jika Lampu PJU Mati

Polisi diminta mengusut tuntas dan menangkap peneror karena sudah melakukan pengancama dengan melempar batu rumah hingga tembus genteng, atap dan batunya jatuh di kamar anak yang diteror. “Kami akan mengawal kasus ini sampai tuntas,” ujarujar Reza.

PC Ansor juga menggelar apel di halaman Mapolsek Porong. “Kami akan terus mendesak kasus ini diproses, karena ini menyangkut organisasi dan kami akan terus menjaga marwah NU,” tambah Reza.

Sedangkan M. Nizar menambahkan, kasus pelemparan hingga mengakibatkan bagian atap rumah korban rusak, sudah dilaporkan ke Polsek Porong. Pihaknya juga sudah mendatangi Polres Sidoarjo mengadukan masalah ini.

BACA JUGA :  Pemotor Alami Luka Serius Usai Terjepit Dua Truk di Simpang 5 Bypass Balongbendo

Menurut Nizar, kasus ini berawal, ada seorang polisi dari Polsek Porong, mendatang rumah Mustofa yang menanyakan soal dugaan adanya praktek perjudian di Kedungsolok. Oleh Mustofa dijawab tidak tahu. 

Sepekan kemudian, ada penggerebekan dilokasi perjudian jenis cap Djiki di Desa Kedungsolok, namun tidak ada barangbukti yang ditemukan dilokasi. Petugas menggerebek atas dasar laporan masyarakat.

Beberapa hari kemudian dua orang preman mendatangi rumah Mustofa dan menanyakan soal ketidaksetujuannya soal perjudian dikampungnya. Mustofa juga menjawab, kalau memang digrebek, sudah sewajarnya karena perjudian melanggar undang-undang dan termasuk pidana. 

BACA JUGA :  Aksi Nyata Danramil 0816/14 Taman Bersama Anggota Evakuasi Korban Banjir di Desa Kramatjegu

Di depan rumah rumah Mustofa itu sempat terjadi cekcok antar mereka. “Malam harinya rumah korban dilempar orang yang tak bertanggungjawab, dan diduga para preman yang ada di Desa Kedungsolok,” terang Nizar.

Ansor akan memberikan advokasi dan pendampingan terhadap korban teror yang juga pengurus NU. “Kami siap dan tidak akan tinggal diam menyikapi masalah ini,” tegas Nizar.(st-13)