SIDOARJO TERKINI
Headline Indeks Pilbup Sidoarjo 2020

Gerindra Gabung KSB, Bambang Tak Ijin Ketua Partai

image

Sekretaris DPC Gerindra Sidoarjo Bambang Pujianto (paling kanan) saat deklarasi KSB

(SIDOARJOterkini)- Menjelang Pilkada, perpecahan di internal DPC Partai Gerindra Sidoarjo semakin tampak. Hal ini ditandai dengan hadirnya Sekretaris DPC Gerindra Sidoarjo Bambang Pujianto dalam deklarasi sekaligus ikut tanda tangan Koalisi Sidoarjo Bersatu (KSB).

Padahal, Ketua DPC Gerindra HM. Rifai jelas-jelas menegaskan jika partainya belum berkoalisi dengan partai manapun, apalagi ikut KSB. Kehadiran Bambang Pujianto dalam deklarasi KSB bukan keputusan resmi partai.”Yang datang saat tanda tangan koalisi itu atas nama pribadi bukan Gerindra. Tidak ada ijin dari saya sebagai ketua untuk menghadiri deklarasi apalagi sampai berkoalisi,” ujarnya.

Menurut Rifai, posisi Bambang Pujianto yang hanya sekretaris itu tidak mewakili nama partai. Harusnya jika koalisi harus ada keputusan elemen pengurus partai. Bahkan, Wakil Ketua DPRD Sidoarjo itu mengaku tidak tahu sekretarisnya mendapat mandat dari siapa sampai hadir dan ikut koalisi.

BACA JUGA :  Babinsa Koramil 0816/06 Tanggulangin Hadiri Pengajian Umum Dalam Rangka Ruwat Desa Boro

DPC Gerindra mempunyai calon sendiri yang akan diusung dalam Pilkada Sidoarjo 2015. Bukan hanya itu, partai yang didirikan Prabowo Subianto itu sudah membuka penjaringan cabup-cawabup. “Dalam waktu dekat akan kita umumkan siapa calon bupati dari Gerindra, sekaligus deklarasi dan koalisi dengan salah satu parpol,” jelas Rifai.

Rifai menilai, manuver Bambang membahayakan kesolidan partai. Dalam waktu dekat, dia akan menyiapkan sanksi kepada sekretarisnya ini. Meski begitu, Rifai belum mau membuka sanksi apa yang akan dijatuhkan atas manuver rekannya di parpol itu.

BACA JUGA :  PAC GP Ansor Taman Gelar Konfercab XVII

Kenapa Gerindra tidak berkoalisi dengan KSB?, Rifai menjelaskan jika Gerindra sudah menjalin komunikasi dengan salah satu parpol untuk berkoalisi. Oleh karena itu, Gerindra sudah membuka penjaringan cabup-cawabup dan tinggal menunggu turunnya rekomendasi.

Jika bergabung dengan KSB, rencana yang sudah disusun dengan matang akan berantakan dan dimulai dari awal lagi. “Tinggal menunggu rekomendasi DPP turun, parpol yang akan jadi mitra koalisi kita untuk mengusung cabup-cawabup sendiri juga sudah siap,” tegas Rifai.

Sementara itu, Bambang Pujianto menanggapi dingin ancaman pemecatan dari ketua partainya itu. Bahkan, dia menganggap, polemik ini hanyalah masalah komunikasi yang kurang lancar di internal partainya. “Saya akan komunikasikan ini dengan Pak Ketua (Rifai),” jelasnya.

BACA JUGA :  Jelang Ramadhan, Forkopimka Tanggulangin Gelar Operasi Yustisi, Sasar Rumah Kos dan Knalpot Brong

Bambang menilai tidak ada salahnya bila nanti calon dari Gerindra dimasukkan ke proses penjaringan koalisi. Sebab, Gerindra sendiri tidak bisa mengusung calon sendiri karena hanya memiliki 7 kursi dari 10 kursi yang disyaratkan. (st-12)