SIDOARJO TERKINI
Headline Indeks Politik & Pemerintahan

Realisasi APBD Perubahan 2020 Sidoarjo Tunggu Ijin Mendagri

 

Bangun Winarso Anggota Banggar DPRD Sidoarjo

(SIDOARJOterkini) – Realisasi penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2020 Kabupaten Sidoarjo masih menunggu keputusan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri)

Bangun Winarso Anggota Badan Anggaran DPRD Sidoarjo mengatakan, APBD-P 2020 sudah dilakukan evaluasi oleh Gubernur Jatim. Selasa kemarin (20/10) dari hasil evaluasinya sudah ditindaklanjuti oleh Pemkab dan DPRD Sidoarjo.

“Hasil evaluasinya dari gubernur sudah jelas, di bahas per-item. Nah, selanjutnya, Bupati dapat menyusun perda penjabaran, yang kemudian di kirim gubernur untuk mendapatkan nomer registrasi,” Kata Bangun Winarso saat dihubungi sidoarjoterkini.com, Selasa 27 Oktober 2020.

BACA JUGA :  Satreskrim Polresta Sidoarjo Berhasil Bekuk 2 Tersangka Penadah 230 Sepeda Gunung Hasil Kejahatan

Apakah P – APBD sudah dapat dilaksanakan ?

Bangun Winarso yang juga Politisi PAN Sidoarjo menjelaskan, karena di Kabupaten Sidoarjo saat ini di Jabat Pj Bupati, dan Bupati difinitif tidak status hukumnya belum inkrah. Maka pengesahan P-APBD harus atas ijin dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

BACA JUGA :  Tahap Pertama, Pejabat Utama Sidoarjo Disuntik Vaksin Covid-19

“Saat hasil evaluasinya sudah di Gubernur, setelah itu akan di kirim ke Mendagri. Karena terkendala juga cuti bersama ini. Mudah-mudahan awal bulan depan sudah dikirim Kemendagri,” ucapnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, DPRD Sidoarjo dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menetapkan Perubahan APBD Tahun Anggaran (TA) 2020 Sebesar Rp 5,1 Triliun.

BACA JUGA :  Meski Ada Pandemi, Pendapatan Pajak Sidoarjo Lebihi Target

Penetapan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) disampaikan pada Rapat Paripurna Pengambilan Keputusan Raperda Kabupaten Sidoarjo tentang P-APBD TA 2020.

Pj. Bupati Sidoarjo, Dr. Hudiyono menyampaikan bahwa dalam PAK kali ini prioritas utamanya adalah untuk penanganan covid-19, dan pemulihan ekonomi akibat pandemi ini (pung/cles).