SIDOARJO TERKINI
Ekbis Headline Indeks

PT Sharprindo dan BKP Sosialisasikan Pertanian Organik

image

(SIDOARJOterkini)-Semakin menyempitnya lahan pertanian,  petani di Sidoarjo diarahkan beralih ke pertanian organik. Hal ini dilakukan seiring dengan banyaknya permintaan hasil pertanian organik.

Untuk memberi pemahaman pentingnya pertanian organik, Badan Ketahanan Pangan (BKP) yang bekerjasama dengan PT Sharprindo Dinamika Prima (SDP) menggelar pelatihan pertanian organik, di Kantor BKD Sidoarjo, Selasa (28/4/2015)

Sebanyak 150 PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan), penyuluh swadaya dan gapoktan diberi bekal tata cara bertani organik. Bahkan,  sebagai pembicara Ir. Purnomo Singgih, pakar pertanian organik asal  Kebumen, Jawa Tengah.

Purnomo Singgih menjelaskan alasan mengapa seharusnya para petani beralih dari pertanian yang sarat menggunakan bahan kimia menjadi pertanian organik. Di samping biaya yang jauh lebih murah, pertanian organik menghasilkan padi dan tanaman yang sehat.

BACA JUGA :  Danramil 0816/11 Tarik Hadiri Panen Perdana Padi Varitas HMS.700 di Desa Gempolklutuk

Bukan hanya itu, hasilnya juga setara dengan pertanian menggunakan bahan kimia. Apalagi tren konsumsi masyarakat Indonesia saat ini cenderung beralih menuju bahan makanan organik. “Masyarakat banyak yang beralih ke makanan hijau atau dalam artian sehat,” ujar Purnomo.

Hal ini seiring meningkatnya jumlah masyarakat kelas menengah di Indonesia.Mereka lebih peduli akan kesehatan.

Bahkan, mereka bersedia membayar lebih mahal untuk beras, ataupun sayuran organik. “Harga beras organik lebih mahal, tapi sebanding dengan manfaatnya untuk kesehatan,” tandas Purnomo.

BACA JUGA :  Pererat Silaturahmi, Danramil 0816/11 Tarik Hadiri Halal Bihalal Bersama Forpimka

Purnomo juga berharap masyarakat bisa lebih memprioritaskan hasil pertanian dalam negeri. Pasalnya, saat ini pola pikir petani Indonesia sudah mengarah pada kwalitas dan manfaat untuk kesehatan.

Pertanian organik juga cocok diterapkan di Sidoarjo. Sebab, sebagai kota penyangga metropolis, konsumsi terhadap produk pertanian organik lebih tinggi dibandingkan daerah lainnya. “Masyarakat perkotaan sudah banyak beralih ke makanan organik,” jelas Purnomo yang merupakan salah satu petani pelopor pertanian organik di Indonesia.

BACA JUGA :  Karyawati Minimarket di Balongbendo Laporkan Atasannya Ke Polisi Usai Dilecehkan

Sedangkan terkait alat pendukung pertanian, Purnomo mengaku sudah banyak perusahaan dalam negeri yang sudah memproduksi alat pertanian. Salah satunya serta PT SDP,  selaku produsen alat-alat pertanian juga getol berperan dalam mengarahkan petani beralih ke pertanian organik.

Marketing Supervisor PT SDP Rudi Rumaedi, mengatakan pihaknya mendorong petani untuk beralih ke pertanian organik. Salah satunya dengan mengikuti sosialisasi pertanian organik.

Selain di Sidoarjo, lanjut Rudi, pihaknya juga ikut mensosialisasikan pertanian organik, seperti di Bojonegoro dan daerah lainnya. “Kita berusaha berinovasi memroduksi alat-alat pertanian yang tepat guna,” tandasnya. (st-12)