
SIDOARJOterkini – Persida Sidoarjo memasang gigi jelang babak 32 besar Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur musim 2025/2026. Tim kebanggaan Kota Delta itu memastikan kesiapan penuh sebelum bentrok kontra Akor Jombang yang dijadwalkan berlangsung pada 5 Januari mendatang.
Manajer Persida Sidoarjo, Andi Tri Setyawan, menyebut seluruh pemain berada dalam kondisi optimal, baik fisik maupun mental. Satu pemain yang sempat mengalami cedera pada laga sebelumnya kini telah masuk tahap pemulihan dan dipastikan tak mengganggu persiapan tim.
“Secara umum kondisi tim sangat siap. Pemain yang sempat cedera juga sudah membaik dan masuk program tim medis. Insyaallah semuanya siap tempur menghadapi laga 5 Januari nanti,” ujar Andi, Sabtu (3/1/2026).
Berstatus sebagai tuan rumah babak 32 besar, Persida tak ingin sekadar numpang lewat. Manajemen menargetkan langkah hingga 16 besar, sekaligus membuka peluang kembali menjadi tuan rumah pada fase berikutnya.
“Target kami jelas. Di fase 32 besar ini, apalagi sebagai tuan rumah, kami harus lolos ke 16 besar. Setiap pertandingan kami anggap penting dan harus dimenangkan,” tegasnya.
Ambisi tersebut selaras dengan visi jangka panjang Persida untuk naik kasta ke Liga 3 nasional. Tekad itu, menurut Andi, terus ditanamkan kepada pemain dan menjadi bahan bakar utama dalam setiap sesi latihan.
“Cita-cita kami membawa Persida naik ke Liga 3. Itu yang terus kami tanamkan ke pemain. Latihan dijalani dengan sangat serius, kondisi fisik juga terus kami jaga,” katanya.
Soal dukungan publik, Andi berharap animo masyarakat Sidoarjo semakin meningkat seiring penggunaan Stadion Gelora Delta sebagai venue pertandingan. Ia menilai, dukungan suporter menjadi energi tambahan bagi tim.
“Sekarang kami diberi kesempatan bermain di Gelora Delta. Mudah-mudahan dukungan masyarakat Sidoarjo semakin besar. Persida ini tim putra daerah, tentu butuh support penuh,” ucapnya.
Terkait bonus, Andi menjelaskan bahwa perhatian dari pemerintah daerah menjadi kewenangan ketua umum. Namun dari internal manajemen, bonus dipastikan selalu disiapkan sebagai pemacu semangat pemain.
“Kalau bonus dari Pemkab itu ranah Ketua Askab. Tapi dari manajemen tim, setiap pertandingan selalu ada bonus. Itu bentuk apresiasi dan motivasi untuk pemain,” jelasnya.
Menutup pernyataannya, Andi mengingatkan anak asuhnya agar tak memandang sebelah mata kekuatan lawan. Menurutnya, semua tim yang lolos ke babak 32 besar memiliki kualitas yang relatif merata.
“Di fase ini tidak ada lawan ringan. Saya selalu ingatkan pemain, anggap setiap laga seperti final. Jangan pernah meremehkan siapa pun,” pungkasnya. (cles)
