SIDOARJO TERKINI
Headline Indeks Pojok Desa Politik & Pemerintahan

Penggabungan Desa/Kelurahan Yang Tenggelam Karena Lumpur Lapindo Tinggal Menunggu Perda

 

(SIDOARJOterkini) – Rencana penggabungan desa atau kelurahan yang terendam lumpur Lapindo di Kecamatan Porong Sidoarjo, mulai ada titik terang.

Menurut Achmad Zaini Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sidoarjo menyampaikan tim dari kementrian dalam negeri (Kemendagri) sudah melakukan survei lokasi. “Dan sudah memasrahkan sepenuhnya kepada kita,” Katanya saat dikonfirmasi, Rabu 03 Februari 2021.

Sementara Asisten Tata Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Sidoarjo, M.Ainur Rahman menjelaskan untuk penghapusan atau penggabungan desa/kelurahan tidak perlu ijin kemendagri.

BACA JUGA :  Bupati Sidoarjo Masuk TP2DD, Transaksi Non Tunai Akan Diperluas

Selanjutnya, untuk merealisasikan hal itu, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo hanya membuat peraturan daerah (perda) sebagai landasan hukum penghapusan tersebut.

“Perdanya sedang kami ajukan ke dewan (DPRD Sidoarjo, red),” ungkapnya.

BACA JUGA :  Petugas Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Jalan Ngaban, 16 Pelanggar Terjaring

Untuk diketahui, pada rapat Pemkab dengan DPRD Sidoarjo yang dilaksanakan pada Juli 2020 kemarin, terdapat tiga kelurahan yang akan dilakukan penggabungan. Diantaranya Kelurahan Siring, Mindi dan Jatirejo.

Untuk kelurahan Siring dan Jatirejo direncanakan akan digabungkan dengan kelurahan Gedang, Kecamatan Porong. Sedangkan Kelurahan Mindi digabung dengan kelurahan Porong.

BACA JUGA :  Seorang Kakek Tewas Tertabrak Motor Saat Menyeberang di Jalan Kemendung Taman

Rencana desa yang akan dilakukan penggabungan ialah Desa Renokenongo digabung dengan Desa Glagaharum, Kedungbendo digabung ke Desa Gempol Sari, Desa Ketapang Kalitengah.

Desa Pejarakan digabung dengan Desa Kedungcangkring, Desa Besuki digabung ke Desa Keboguyang. (pung/cles).