SIDOARJO TERKINI
Gaya Hidup & Romantika Headline Indeks Pojok Desa Politik & Pemerintahan Profil

Pengasap Ikan Penatarsewu Manfaatkan CSR Pertagas Untuk Tetap Menggeliat di Tengah Pandemi

Pengasap Ikan binaan Pertagas yang tetap eksis di tengah pandemi (Ft :cles 20/10)

(SIDOARJOterkini) – Usaha Asap Ikan Desa Penatarsewu Kecamatan Tanggulangin Sidoarjo yang telah turun temurun digeluti sebagian warga mengalami kemajuan signifikan setelah mendapatkan perhatian dari Pertamina Gas (Pertagas)

“Mulai tahun 2017 para pengasap ikan Desa Penatarsewu mulai berkembang pesat setelah pihak Pertagas menyalurkan CSR (Coorporate Social Responsibilty) pada para pengasap ikan,”ungkap Choliq Kepala Desa Penatarsewu kepada SIDOARJOterkini.com, Rabu 20 Oktober 2021.

Diungkapkan Choliq, tempat pengasapan ikan milik lebih dari 80 warga di desanya, dibangun oleh Pertagas melalui CSRnya. Dan sejak itu para pengasap ikan menjadi binaan dari Pertagas.

“Warga sangat menerima manfaat dari CSR Pertagas ini,”ujarnya.

Bahkan lanjutnya, usaha pengasapan ikan warga Penatarsewu telah menjadi Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Pun begitu, pihak Pertagas tidak serta merta melepaskan begitu saja terhadap keberadaan usaha asap ikan warga.

“Pihak Pertagas terus melakukan monitoring dan membuat program inovasi untuk kemajuan para pengasap ikan, mulai dari teknis pangasapan, pengemasan hingga pemasarannya,”ujarnya.

BACA JUGA :  Sidoarjo Jawara Investment Award Jatim, Bupati Muhdlor: Investasi Kunci Pemulihan Ekonomi

Bumdes Penatarsewu yang bernama Sewu Barokah memiliki beberapa unit usaha yang dikelola oleh KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) diantaranya, Asap ikan, Restauran, Pertanian dan Sampah.

Budidaya Maggot Desa Penatarsewu

“Pendampingan yang dilakukan oleh Pertagas terhadap beberapa unit usaha yang dikelola Bumdes Sewu Barokah mampu meningkatkan tingkat perekonomian warga,”ungkap Abdul Arif Ketua Bumdes Sewu Barokah.

Dikatakan Arif, dari keempat unit usaha yang dimiliki Bumdes Sewu Barokah telah mempekerjakan ratusan warga desa. Dan hal tersebut  berdampak semakin membaiknya kesejahteraannya.

“Dari usaha pengasapan ikan misalnya, ada 100 warga desa yang bekerja pada 80 rumah pengasapan yang saat ini dikelola oleh Bumdes,”ujarnya.

Menurutnya, pendampingan dan pembinaan yang dilakukan oleh Pertagas sangat membawa berkah bagi warga. Bahkan usaha pengasapan ikan telah menjadi ikon desa.

“Pemasaran asap ikan Penatarsewu saat ini telah merambah ke berbagai daerah seperti Pasuruan, Mojokerto dan Sidoarjo sendiri,”ucapnya.

BACA JUGA :  Bupati Muhdlor : Target Reformasi Birokrasi Masyarakat Merasakan Kemudahan Pelayanan Pemerintah

Sementara itu Head Of External Relation East Region PT Pertagas Tedi Abadi Yanto mengatakan, yang dilakukan Pertagas di beberapa unit usaha melalui CSR adalah pendampingan  berkesinambungan.

“Mulai tahun 2017 melalui CSR kita lakukan pembinaan dan pendampingan termasuk membangunkan tempat pengasapan ikan dan Cool box,”ungkap Tedi.

Sejak itu lanjutnya, pengasapan ikan mengalami kemajuan. Pertagas terus berinovasi agar ikan asap yang dihasilkan bisa dipasarkan dan dinikmati berbagai kalangan.

“Kita buatkan packaging dengan tampilan yang menarik yang bisa mendongkrak nilai jual produk ikan asap itu,”ujarnya.

Tidak itu saja, tahun 2019 Pertagas membangun sebuah resto kuliner yang spesial menunya ikan asap yang diproduksi warga  Keberadaan resto apung awalnya mengalami kemajuan, pengunjung resto sangat ramai waktu itu.

“Namun setelah 6 bulan berjalan, wabah corono mulai merebak yang mengharuskan dilakukan pembatasan – pembatasan,”ucapnya.

BACA JUGA :  Peringati Hari Aids Sedunia, Rutan Gresik Gelar Skrining HIV & AIDS Bagi Warga Binaan

Kondisi pandemi membuat Pertagas memikirkan langkah inovasi agar unit usaha tetap berjalan. Mulailah menggandeng platform digital  Online serta membuka jasa katering bagi beberapa instansi.

“RSUD Sidoarjo menjadi salah satu pelanggan katering masakan dari Resto apung,”ujarnya.

Selain itu, Pertagas juga melakukan Pendampingan pada sistem pengolahan sampah dengan pembudidayaan lalat Black Soldier Fly (BSF), yang setelah melalui proses pembiakan akan menghasilkan Maggot.

Pupuk Maggot yang diap dipasarkan

“Nah, maggot inilah yang diproses menjadi pakan ternak dan perikanan,”katanya.

Ditambahkannya, yang terbaru  pihak Pertagas bersama dengan KSM Sampah menemukan sisik ikan sebagai campuran Maggot.

“Dengan dicampur sisik ikan produk pupuk maggot kandungan proteinnya lebih tinggi dan sangat bagus untuk perikanan,”tukasnya.

Pihaknya berharap, dengan semakin menurunnya tingkat penyebaran Covid-19, perekonomian warga kembali bangkit dan pulih.

“Semoga perekonomian kembali pulih,”tandasnya.(cles)