SIDOARJO TERKINI
Headline Indeks Pilbup Sidoarjo 2020

Nyai Tan: Perempuan Harus Dilibatkan Dalam Musrenbangdes

image

Cawabup Nyai Tan bersama pendukungnya.

(SIDOARJOterkini)- Cawabup Sidoarjo Tan Mei Hwa sadar betul jika perempuan kurang diberi ruang dalam pembangunan. Padahal, peran perempuan mempunyai peranan besar dalam meningkatkan produktivitas ekonomi kreatif desa.

Salah satu hal inilah yang akan dilakukan oleh paslon nomor 2 H. Utsman Ikhsan dan Hj. Tan mei Hwa (Ida Astuti) dalam memberdayakan perempuan, dan perempuan Sidoarjo bisa menjadi maju.

BACA JUGA :  Komunitas Putih Jatim Sosialisasikan Pengaduan dan Umpan Balik Melalui Kanal laportbc.id Bagi Penderita TBC Sidoarjo

Perubahan paradigma dari membangun desa menjadi desa membangun, diharapkan bisa dimanfaatkan oleh semua lapisan masyarakat, termasuk perempuan.

Berbagai macam aktivitas perempuan desa dinilai bisa meningkatkan potensi ekonomi kreatif masyarakat desa. “Seperti jargon kami, lanang tok gak sip rek,” kata Tan Mei Hwa Selasa (15/9/2015).

Perempuan keturunan Tionghoa ini menandaskan, potensi ekonomi kreatif bisa dimanfaatkan oleh kelompok perempuan untuk meningkatkan daya saing produk desa.

BACA JUGA :  Babinsa Koramil 0816/01 Sidoarjo Bersama Warga Bersihkan Panti Asuhan Pasca Kebakaran

“Perempuan mempunyai peranan besar dalam meningkatkan produktivitas ekonomi kreatif desa. Dan saya yakin, kalau didukung penuh, maka Sidoajro ini Insya Allah semkain maju,” jelas dia.

Nyai Tan sapaan cawabup nomor 2 itu menambahkan, sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama (NU), Fatayat bisa memanfaatkan forum pengajian ibu-ibu yang selama ini sudah berjalan secara berkelanjutan.

“Perkumpulan ibu-ibu Fatayat yang sudah berjalan rutin, bisa dimanfaatkan untuk mensosialisasikan berbagai aturan dan mengambil peran dalam pembangunan desa,” tukasnya.

BACA JUGA :  Kejari Sidoarjo Musnahkan Barang Bukti Kejahatan Senilai Miliaran Rupiah

Dengan menguatkan potensi ekonomi kreatif desa, kelompok perempuan tak lagi hanya menjadi objek pembangunan desa, melainkan juga sebagai subjek .

“Saya setuju, perempuan harus ikut dalam proses musyawarah rencana pembangunan desa (Musrenbang Desa), agar bener-bener bisa mengapresiasi suara perempuan,” pungkas daiyah kondang yang biasa tampil di televisi itu. (st-13)