SIDOARJO TERKINI
Headline Hukum & Kriminal Indeks Politik & Pemerintahan

Mensos Tri Risma Beri Perhatian Serius Meningkatnya Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Sidoarjo

 

Menteri Sosial Tri Risma saat berada di Sidoarjo

(SIDOARJOterkini) – Menteri Sosial Tri Rismaharini memberikan perhatian serius pada kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Tiba dari Lampung malam tadi, pagi ini Mensos sudah bergerak ke Markas Polresta Sidoarjo, Jawa Timur.

Kehadiran Mensos, disambut Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali dan Wakapolresta Sidoarjo AKBP Deny Agung Andriana. Dari keduanya, Mensos menerima laporan tentang kekerasan seksual yang dilakukan ayah tiri terhadap anaknya di Sidoarjo.

Dalam jumpa pers dengan media, Mensos menyatakan, kedatangannya untuk mencari informasi yang selengkap mungkin. Ia juga melakukan koordinasi dengan kepolisian serta jajaran terkait, dalam hal ini dengan Bupati Sidoarjo dan Wakapolresta Sidoarjo.

BACA JUGA :  Tingkatkan Kompetensi Wartawan, SKK Migas Jabanusa Kerjasama dengan PWI Jatim Gelar UKW Angkatan Ke-44

Mensos menekankan harapannya agar kasus semacam ini, tidak terjadi lagi. Kasus di Sidoarjo ini, menurut dia, sangat berat.

“Kasus ini sangat berat. Di dalamnya ada pencabulan, ada penganiayaan, dan ada penyiksaan terhadap anak. Saya berharap hukum ditegakkan seadil-adilnya. Berikan hukuman maksimal untuk pelaku sehingga memberikan efek jera kepada siapapun,” kata Mensos, Sabtu 05 Februari 2022.

Menteri sosial didampingi Bupati Sidoarjo saat memberikan keterangan kepada wartawan

Menteri Sosial menyatakan, Kemensos telah menerjunkan petugas psikolog dan tim Layanan Dukungan Psikososial untuk melaksanakan _trauma healing_ terhadap korban, serta memberikan bantuan lain yang dibutuhkan. Bersama instansi terkait lainnya, Kemensos memastikan korban berada di tempat aman.

BACA JUGA :  Maling Kembali Bobol Minimarket, uang Dalam Brankas Indomaret Pondok Jati Buduran Raib

”Kondisi sekarang sudah kami tempatkan di lokasi yang aman,” katanya. Petugas juga secara terukur dan berhati-hati melakukan _trauma healing_. Karena korban terlihat masih belum sepenuhnya lepas dari trauma.

“Korban masih selalu terdiam. Mungkin kondisi psikologisnya yang masih trauma,” kata Mensos.

Kemensos juga memastikan negara hadir dengan memastikan korban terjamin masa depannya.

“Kami sudah mempersiapkan masa depan serta rencana ke depan, bagi korban dan ibunya”, katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Mensos menyerukan kepada semua pihak untuk bersama-sama memastikan kasus-kasus semacam ini tidak terus berulang. Data dan informasi yang didapat Mensos, angka kekerasan terhadap anak dan perempuan terus meningkat.

BACA JUGA :  Babinsa Koramil 0816/13 Wonoayu Lakukan Pendampingan Pembagian BLT-DD Sawocangkring

Menurut Mensos, derasnya arus informasi dan kemudahan akses terhadap semua jenis konten media digital menjadi salah satu kontributor terhadap maraknya kasus-kasus kekerasan seksual. Untuk itu, semua pihak memiliki tanggung jawab terhadap pentingnya penyaringan konten informasi dan edukasi, khususnya terhadap anak-anak agar mereka terlindungi dari kekerasan.

Bupati Sidoarjo juga marasa prihatin dengan adanya kejadian ini. Pihaknya akan membentuk Satgas untuk menangani kasus-kasus kekerasan terhadap anak, termasuk kasus-kasus pencabulan.

“Satgas yang meliputi dari beberapa instansi terkait, untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak atau pencabulan,” kata bupati.(cles)