SIDOARJO TERKINI
Headline Indeks Pendidikan & Kesehatan Pojok Desa Politik & Pemerintahan

Memasuki Musim Hujan, Pemkab Sidoarjo Ajak Masyarakat Waspada Nyamuk DBD

 

(SIDOARJOterkini) – Memasuki musim penghujan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait Kewaspadaan Dini Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Delta.

Menindaklanjuti, surat edaran tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo sudah menyiapkan beberapa langkah untuk mengurangi jentik-jentik nyamuk.

“Kami akan terus sosialisasikan terkait 3 M. yaitu Menguras tempat penampungan air, Menutup tempat penampungan air, dan Mendaur ulang barang bekas,” Kata Syaf Sastriawaman Kepala Dinkes Sidoarjo saat dikonfirmasi, Jumat 27 November 2020.

BACA JUGA :  Ternyata ini Yang Dilakukan Kompol Fahrian Agar Tubuh Tetap Sehat dan Bugar

Syaf menambahkan, Dinkes juga siap membantu masyarakat dengan menyediakan keperluan untuk mengurangi jentik tersebut. Beberapa keperluan yang bisa dibantu Dinkes tersebut layaknya abate dan obat pembunuh jentik.

“Disisi lain, kalau ada kasus positif DBD, kami juga akan segera lakukan foging,” ujarnya.

BACA JUGA :  BST Kemensos Disalurkan Kepada KPM di Kecamatan Porong

Dia juga menyebutkan, terdapat penurunan angka kematian di tahun 2020 berkenaan dengan kasus DBD di Sidoarjo. Dinkes mencatat, hingga bulan Juli 2020, terdapat kasus 118 di Sidoarjo dengan korban meninggal 2 orang.

“Keduanya dari kecamatan Krembung dan medaeng. Sedangkan untuk tahun lalu yang meninggal sampai angka 7 orang,” sebutnya.

Syaf juga menghimbau kepada masyarakat untuk lebih peduli kepada lingkungan sekitarnya. Terlebih lagi yang berkaitan dengan bekas barang-barang yang dapat dijadikan sebagai tempat berkembangnya nyamuk DBD.

BACA JUGA :  Petugas Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Jalan Ngaban, 16 Pelanggar Terjaring

“Amati lingkungan sekitar, 3 M itu diterapkan. Menguras tempat tempat air yang gampang dihinggapi nyamuk, menutup tempat air khususnya gentong air minum dan membuang atau mengubur semua benda yang dapat menampung air,” pungkasnya (pung/cles).