SIDOARJO TERKINI
Headline Indeks Pendidikan & Kesehatan Politik & Pemerintahan

LPBI NU Gelar Gladi Ruang SOP Tanggap Bencana Untuk Warga Sidoarjo

 

(SIDOARJOterkini) – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo menggelar gladi ruang terkait Standard Operating Sistem (SOP) dalam menghadapi bencana alam, Senin 15 Agustus 2022.

Kegiatan yang bertujuan untuk selalu tanggap bencana sejak dini dan tidak panik bola sewaktu-waktu terjadi bencana tersebut diisi dengan kegiatan teknik latihan berbentuk diskusi dalam program Ketangguhan Masyarakat Menghadapi Covid-19 dan Bencana Alam (PKMM CBA) itu. Para peserta diajak untuk memahami penyusunan dokumen SOP tanggap bencana.

Kegiatan penyusunan dokumen SOP dilakukan di dua desa di wilayah Sidoarjo yakni, Desa Plumbungan, Kecamatan Sukodono, dan Desa Sidodadi, Kecamatan Taman.

BACA JUGA :  Dirgahayu TNI ke 77, Bupati Sidoarjo: TNI Milik Rakyat, TNI Adalah Kita

Tim Program PKMM-CBA LPBI NU, Ubaidillah Sadewa menyampaikan, dengan gladi ruang diharapkan warga mampu mempersiapkan diri, juga bisa meningkatkan kapasitasnya, jika sewaktu-waktu terjadi suatu bencana di lingkungan tempat tinggalnya,

“Jika terjadi suatu bencana misalkan, banjir, puting beliung, atau bencana alam lainnya pun warga sudah siap. Karena sudah paham SOP-nya,” ujarnya.

BACA JUGA :  Tim Research SMA Progresif Bumi Shalawat Sidoarjo Borong 4 Juara Internasional di Malaysia

Karena menurutnya, penangan bencana tak dapat dilakukan seorang diri. Karena itu, sangat dibutuhkan kordinasi baik antara masyarakat dengan pemerintahan. Khusunya, pihak (BPBD) setempat.

Perwakilan BPBD Sidoarjo, dari Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Agus Sugiharto mengapresiasi kegiatan yang digelar LPBI NU terkait pemahaman tanggap bencana kepada masyarakat sehingga ada upaya dini apabila menghadapi bencana berikut penanganannya.

“Kegiatan personal emergency semacam ini, baik disosialisasikan kepada masyarakat, khususnya di daerah rawan bencana ini,” katanya.

BACA JUGA :  Babinsa Koramil 0816/06 Tanggulangin Dampingi Vaksinasi Booster Pada Masyarakat

Menurut Agus, bencana akan datang tanpa diketahui kapan terjadinya berikut dampak yang ditimbulkan.

“Dengan kegiatan ini, masyarakat menjadi paham tentang kebencanaan sekaligus cara menanganinya,”ucapnya.

Disampaikan Agus, pelatihan tentang kebencanaan dan penyusunan dokumen SOP tanggap bencana menjadikan masyarakat akan mudah mengambil langkah strategis bila terjadi bencana.

“Masyarakat akan paham dan mandiri serta tahu peran masing-masing bila terjadi bencana alam,”tegasnya. (cles)