
SIDOARJOterkini – Layar Lokal Film Festival VI (LLoFF6) akan digelar pada 12–14 Desember 2025 di Rumah Budaya Maulana Malik Ibrahim Sidoarjo. Ajang tahunan yang diinisiasi Yayasan Delta Citra Sinema bekerja sama dengan Kemenpora dan Disporapar Sidoarjo ini kembali menjadi panggung bergengsi bagi sineas-sineas muda untuk menampilkan karya terbaik sekaligus mengangkat potensi daerah melalui film.
Presiden Festival, Rehal Lahir Prias, memastikan seluruh persiapan telah rampung. Ia menyebut antusiasme peserta tahun ini melonjak signifikan.
“Animo peserta LLoFF6 sangat besar. Peserta datang dari berbagai daerah di Indonesia bahkan beberapa dari negara Asia,” ujar Rehal saat konferensi pers di Fotowi Self Photo Sidorejo, Krian, Sabtu (29/11/2025).

Tahun ini panitia menerima 292 film pendek, berasal dari Sidoarjo, Magetan, Yogyakarta, Semarang, Bengkulu, hingga peserta mancanegara seperti Malaysia dan China. Setelah proses kurasi ketat, terpilih 34 film terbaik yang akan diputar selama festival berlangsung.
“LLoFF6 ini berada pada level nasional hingga Asia. Banyaknya film membuat proses kurasi dilakukan secara mendalam sebelum mengerucut menjadi 34 film,” jelas Rehal.
LLoFF6 hadir dengan berbagai program pemutaran film, meliputi:
- Layar Delta (kompetisi Jatim)
- Layar Nusantara (tingkat nasional)
- Layar Wani (pelajar Jawa Timur)
- Layar Asia (menayangkan 2 film dari Malaysia dan 1 dari China)
- Layar Animasi
Selain pemutaran film, tersedia pula program workshop film, tamasya kreatif, serta hiburan yang diperuntukkan bagi peserta dan masyarakat umum.
Festival Berkelanjutan Satu-Satunya di Jatim
Festival Manager, Raditya Dhito, mengungkapkan kebanggaannya karena LLoFF tetap konsisten terselenggara sejak 2020.
“Melalui film, kami berupaya mendongkrak potensi di Sidoarjo, Jawa Timur, hingga nasional. Alhamdulillah perkembangan ekonomi kreatif semakin pesat,” tutur Dhito.
Ia menegaskan, LLoFF adalah satu-satunya festival film berkelanjutan di Jawa Timur yang terus digelar untuk menjaring sineas muda, khususnya dari Sidoarjo.
“Film mampu memberi dampak positif di berbagai sektor: budaya, pariwisata, UMKM, dan lainnya,” tambahnya.
Ajak Peserta Jelajahi Sidoarjo
Salah satu program menarik pada LLoFF6 adalah tamasya keliling Sidoarjo, di mana para peserta diajak mengunjungi berbagai spot potensial yang bisa dijadikan inspirasi karya film.
“Kami ingin ada ikon Sidoarjo yang bisa ditonjolkan. Jadi tidak hanya dikenal karena lumpur Lapindo saja,” ujar Dhito.
Selain itu, program Layar Wani diperuntukkan bagi pelajar Jawa Timur agar mereka terdorong mengembangkan bakat di dunia sinema sejak dini.
“Harapan kami, akan lahir sineas-sineas muda berbakat dari Sidoarjo yang mampu bersaing di level nasional. LLoFF6 menjadi wadah mempertemukan karya mereka dengan penonton,” pungkas Dhito.. (cles)
