SIDOARJO TERKINI
Headline Indeks Pendidikan & Kesehatan

Layani Pasien BPJS, Tujuh Bulan RSUD Tekor Rp 2 M

RSUD Sidoarjo
RSUD Sidoarjo

(SIDOARJOterkini)-RSUD Sidoarjo terpaksa tekor Rp 2 miliar selama tujuh bulan terakhir. Pasalnya, selama itu  pasien yang dilayani kebanyakan pengguna BPJS yang menderita penyakit berat.

Sedangkan pasien BPJS yang dirawat dan menderita penyakit berat butuh pembiayaan cukup banyak. Seperti pasien hemodialisa, penyakit kanker dan penyakit berat lainnya. Padahal, plafon pembiayaan yang diberikan terbatas.

.Mau tidak mau pihak rumah sakit harus mengeluarkan biaya tambahan terlebih dulu.”Setelah diklaim ke BPJS biayanya banyak yang berada dibawah plafon,” ujar Direktur RSUD Sidoarjo dr Atok Irawan.

BACA JUGA :  Pengeroyokan Pemuda Nganjuk di GOR Sidoarjo Hingga Tewas Bermotif Cemburu

Kebanyakan biaya yang harus dikeluarkan sendiri oleh rumah sakit, seperti alat habis pakai yang digunakan untuk penyembuhan pasien. Demi kesembuhan pasien, pihaknya juga tidak mungkin melakukan pengiritan pengobatan.

Apalagi, sampai melakukan penyetopan kepada pasien yang sedang melakukan pengobatan. Semisal, pasien yang menderita hemodialisa yang harus melakukan cuci darah. Jika cuci darah tujuh hari sekali kemudian diubah menjadi lima belas hari sekali.

BACA JUGA :  Upaya Merawat Keberagaman, Kemendikbudristek Gelar Sarasehan Anggoro Kasih di Pondok Pesantren

Atok mengaku selama ini pihaknya tetap melayani pasien BPJS, meski kadang plafon biayanya tidak mencukupi. Sedangkan untuk pelayanan rumah sakit, lanjut Atok, bukan bersifat bisnis semata. Sebab, yang diutamakan layanan RSUD Sidoarjo ini untuk kesehatan masyarakat.

Selain itu, pihaknya juga terus memperbaiki layanan paviliun berikut poli eksekutif. Sebab, dari hasil paviliun dan poli eksekutif tersebut untuk subsidi silang bagi pasien yang kurang mampu atau tercover oleh BPJS.

BACA JUGA :  Apel Gelar Pasukan, Sidoarjo Siaga Terjadinya Bencana

Melalui subsidi silang tersebut dengan sendirinya RSUD Sidoarjo tiadak akan tekor. Artinya, dengan harapan subsidi silang ini bisa membantu kekurangan biaya pasien kurang mampu maupun BPJS. (st-12)