SIDOARJO TERKINI
Headline Indeks Pendidikan & Kesehatan

Kunjungi Pesantren Millenium, Mensos Janjikan KIS Untuk Anak Yatim

Mensos Khofifah saat mengunjungi Ponpes Millenium
Mensos Khofifah saat mengunjungi Ponpes Millenium

(CANDIterkimi)Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa berjanji akan berupaya memberikan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP), untuk para anak yatim yang ditelantarkan orang tuanya.

Pernyataan itu disampaikan Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi Pondok Pesantren Millinium Roudlotul Jannah Jalan Raya Tenggulunan Kec. Candi yang mengasuh yatim piatu, dhuafa dan bayi terlantar.

“Negara harus hadir dalam memberikan perhatian terhadap anak-anak yang diterlantarkan orang tuanya, seperti yang diasuh oleh Ponpes Millinium Raudlatul Jannah ini,” ucap Khofifah.

BACA JUGA :  Babinsa Koramil 0816/13 Wonoayu Lakukan Pendampingan Pembagian BLT-DD Sawocangkring

Dia juga menyebutkan, perhatian yang harus diberikan oleh negara, yakni memperhatikan kesehatan dan pendidikan anak-anak yatim piatu dan anak-anak yang dibuang oleh orang tuanya, karena kelahirannya tidak dikehendaki. “Kemensos akan memperhatikan yang menjadi hak anak-anak ini,” janjinya.

Khofifah juga menyarankan anak-anak terlantar ini untuk diuruskan akte kelahirannya. Karena tidak jelas unsur keluarganya, maka bisa mengacu putusan MK. “Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo juga harus membantu persoalan ini,” tukasnya.

BACA JUGA :  Tingkatkan Kompetensi Wartawan, SKK Migas Jabanusa Kerjasama dengan PWI Jatim Gelar UKW Angkatan Ke-44

Dalam berkunjung ke pondok pesantren yang menampung dan mengasuh anak-anak yang diterlantarkan atau sengaja dibuang oleh orang tuanya itu, Khofifah juga menengok dan menimang bayi yang ditemukan di keranjang sampah itu.

Sementara KH Muhammad Khoirussholeh Efendi pengansuh pesantren mengaku anak-anak balita yang diasuhnya, 90 persen tidak mengenal orang tuanya.

BACA JUGA :  Babinsa 0816/13 Wonoayu Dampingi Petugas Kesehatan Vaksinasi Hewan Ternak

Dia juga tidak khawatir dengan biaya dikeluarkan dalam mengasuh sekitar 200 balita itu. Gus Mad sapaan kyai muda itu, mengaku tak pernah ‘keteteran’ (sibuk mencari biaya asuh) untuk anak-anak dengan mencari sumbangan, proposal dan lainnya.

“Saya tawakkal kepada Allah SWT, terus bersyukur dan percaya balita-balita tak berdosa ini, berlimpahan rejeki. Marketing pesantren ini dari hamba-hamba Allah. Dari satu orang ditularkan ke lainnya dan lainnya,” sebutnya. (st-13)