SIDOARJO TERKINI
Headline Indeks Politik & Pemerintahan

Komisi C Berkomitmen Tahun 2017 Sidoarjo Bebas RKB Rusak


*Rajin Sidak Pembangunan Infrastruktur 2015

Pimpinan DPRD Sidoarjo
Pimpinan DPRD Sidoarjo

Ketua Komisi C Ahmad Amir Aslichin, Wakil Ketua Komisi C Juana Sari dan Sekretaris Komisi C Imam Supii
Ketua Komisi C Ahmad Amir Aslichin, Wakil Ketua Komisi C Juana Sari dan Sekretaris Komisi C Imam Supii

(SIDOARJOterkini)- Komisi C DPRD Sidoarjo yang diketuai Ahmad Amir Aslichin dalam beberapa pekan ini sering turun lapangan atau sidak. Mulai sidak proyek jalan, saluran air, bangunan Gedung Serba Guna dan proyek lainnya.

Dengan demikian, kekhawatiran bahwa Komisi C DPRD Sidoarjo bakal makin melempem saat dipimpin H Ahmad Amir Aslichin, ternyata tak terbukti.

Politisi PKB yang akrab disapa Mas Iin itu justru membuat komisi yang membidangi pembangunan dan lingkungan hidup tersebut, makin gereget. Komisi C turun langsung
ke sejumlah proyek yang tengah ditangani pihak Dinas PU di lingkungan
Pemkab Sidoarjo.

Komisi ini menginspeksi dua proyek peningkatan jalan yang ditangani Dinas
PU Bina Marga Sidoarjo. Yaitu, proyek peningkatan jalan Desa Sidomulyo
Kecamatan Krian – Desa Penambangan Kecamatan Balongbendo, serta proyek
peningkatan jalan Desa Barengkrajan Kecamatan Krian – Ngelom Sepanjang
Kecamatan Taman.
 
Kemudian proyek Pembangunan
Gedung Serbaguna yang ditangani Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang
(CKTR) Sidoarjo. “Kami juga ingin mengetahui secara langsung,
sejauhmana pelaksanaan proyek ini,” jelas Mas Iin.

BACA JUGA :  Pencuri di Sukodono Berhasil Kabur Dengan Ledakkan Bom Bondet Saat Ditangkap Warga

Namun, yang menjadi salah satu fokus perhatian adalah pembangunan fasilitas pendidikan. Komisi yang membidangi pembangunan ini berkomitmen tahun 2017, Sidoarjo bebas dari ruang kegiatan belajar (RKB) yang rusak.

Tentu saja komitmen ini tidaklah mudah untuk dilakukan. Mengingat pembangunan bukan di bidang pendidikan saja.

Meski demikian, pendidikan akan menjadi prioritas. “Pembangunan fasilitas pendidikan menjadi perhatian Komisi C,” ujar Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo Achmad Amir Aslichin.

Secara bertahap pembangunan fasilitas pendidikan akan diselesaikan. Salah satunya RKB yang rusak, akan diupayakan bisa diperbaiki dan diselesaikan tahun 2017.

Anggota Komisi C, Tarkit Erdiyanto, RKB yang didata meliputi SDN, SMPN dan SMAN serta SMKN. Seluruh kerusakannya harus dilaporkan.
Baik yang berkategori ringan, sedang, maupun berat.

BACA JUGA :  Disaksikan Irjen, Satker Pemasyarakatan Korwil Surabaya Deklarasikan Pelayanan PASTI dan BerAKHLAK

Data itu akan digunakan sebagai dasar pengajuan anggaran di Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja (PAPBD) Sidoarjo tahun 2016, untuk
perbaikan RKB. “Kami bertekad, tahun 2017 mendatang Sidoarjo harus
Bebas RKB Rusak. Makanya data itu kami tunggu agar secepatnya
diserahkan,” tandas Tarkit.

Disampaikan Tarkit, dari hasil pengamatannya di lapangan, RKB
rusak di Sidoarjo jumlahnya memang tidak terlalu banyak. Namun dari
pandangan kasat mata itu, bukan berarti tidak ada RKB yang rusak dan
tak perlu perbaikan.

Bisa saja, lanjut Tarkit, RKB masih terlihat baik dari luar, padahal kayu-kayu atapnya sudah rapuh lantaran berkualitas jelek, atau
dimakan rayap. “Kalau sampai ruang kelasnya tiba-tiba ambruk dan jatuh
korban, tentu kita semua yang harus bertanggungjawab,” tandasnya lagi.

BACA JUGA :  Pemotor Alami Patah Kaki Terserempet Pick up di Jalan Watugolong Krian

Tarkit mengakui, pendidikan memang bukan termasuk bidang yang
ditangani Komisi C. Namun,  masalah infrastruktur sekolah merupakan
bagian tanggungjawabnya. “Kita harus bisa memastikan, siswa-siswa akan
merasa aman dan nyaman saat belajar di kelas. Tidak ada rasa takut dan
khawatir, meski saat itu sedang hujan deras atau ada angin kencang.
Jangan bicara pendidikan gratis dulu, kalau ruang kelasnya belum
memenuhi syarat,” paparnya lagi.

Hasil pendataan RKB rusak, agar bisa secepatnya dilakukan perbaikan.
Komisi C yakin, kekuatan APBD Sidoarjo saat ini sangat mampu membiayai
seluruh perbaikan yang dibutuhkan.
 
Data yang diperoleh dari Dinas Pendidikan (Diknas) Sidoarjo ada sebanyak  316 ruang kelas rusak cukup parah. Sedangkan RKB yang perlu direhab sebanyak 597. (st-12/adv)