SIDOARJO TERKINI
Headline Hukum & Kriminal Indeks

Kodim 0816 Grebek Kios Pupuk Bersubsidi Dijual Harga Selangit

image

Pupup bersubsidi yang dijual dengan harga selangit.

(TULANGANterkini)-Penyalahgunaan pupuk pertanian yang terjadi di Sidoarjo bukan hanya membuat pupuk palsu dan pupuk bersubsidi yang dioplos dan dikemas lagi. Namun, penjualan pupuk bersubsidi diatas Harga Eceran Tertinggi ( HET) yang ditentukan pemerintah juga kerap terjadi di Kota Delta ini.

Seperti yang dilakukan oleh H Talkah 57, di Desa Gelang, Kecamatan Tulangan dengan menjual pupuk bersubsidi jauh lebih mahal dari HET. Akhirnya, kios pupuk milik pak haji ini digerebek oleh Kodim 0816 Sidoarjo.

Penggerebekan dilakukan setelah TNI sebagai kontrol distribusi pupuk dalam program swasembada pangan mendapat laporan dari masyarakat karena pupuk bersubsidi langka. “Ternyata kami juga mendapat laporan di kios itu menjual harga pupuk bersubsidi (Urea, red) dengan harga selangit,” kata Komandan Kodim (Dandim) 0816 Sidoarjo Letkol Kav Rizky Indra Wijaya.

BACA JUGA :  True Journey, 37 Tahun Perjalanan Yayasan Al Muslim Jawa Timur

Petugas kemudian mengecek kebenaran itu, bahkan dengan menyamar menjadi pembeli. Ternyata benar kios itu menjual harga pupuk bersubsidi melampaui HET. Dalam aturannya, satu sak atau setara dengan 50 kg pupuk bersubsidi dijual dengan harga Rp 90 ribu.

Namun, pemilik kios itu menjual dengan harga Rp 150 ribu per sak. Banyak petani terpaksa membeli dengan harga tinggi karena pupuk bersubsidi saat ini tergolong langka. “Pelaku memanfaatkan pupuk bersubsidi langka dengan menjuak harga tinggi,” ujar Rizky.

BACA JUGA :  Kodim 0816 Sidoarjo Laksanakan Program Tanam Padi untuk Ketahanan Pangan

Rizky mengaku, untuk sementara penemuan itu akan disampaikan tim pengawas lainnya termasuk dari Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan (DP3), Kejaksaan Negeri (Kejari) untuk ditindaklanjuti. “Nanti akan kami koordinasikan lebih dulu dengan tim pengawas lainnya. Yang jelas kios ini sudah kami data karena menjual pupuk bersubsidi dengan harga tinggi,” paparnya.

Bukan hanya itu, Kodim 0816 juga sudah meminta Talkah untuk kembali menjual pupuk bersubsidi dengan harga normal. Jika masih tetap menjual dengan harga tinggi, akan ditindak lebih tegas lagi. Kodim sudah mengantongi identitas pemasok pupuk bersubsidi ke Talkah. Menurutnya, Talkah mendapatkan pupuk itu dari salah satu temannya yang berinisial TH di wilayah Kecamatan Tanggulangin. (st-12)