SIDOARJO TERKINI
Headline Hukum & Kriminal Indeks Politik & Pemerintahan

Kepala UPT Pemasyarakatan Jatim Belajar Kepemimpinan Dari Sesepuh

 

(SIDOARJOterkini) – Para sesepuh pemasyarakatan membagikan pengalamannya kepada kepala UPT Pemasyarakatan jajaran di Kanwil Kemenkumham Jatim hari ini (20/6). Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, seluruh Kepala UPT Pemasyarakatan dapat mengemban amanah ini sesuai dengan koridor aturan dan SOP yang ada.

Penguatan para sesepuh pemasyarakatan itu dirangkaiakan dengan sosialisasi buku ‘Sesepuh Berbagi.’. Sebanyak 52 Kepala UPT Pemasyarakatan se-Jawa Timur mengikuti penguatan kepemimpinan itu. Para sesepuh membagikan pengalaman selama mengabdi di Kemenkumham khususnya di jajaran Pemasyarakatan.

Kegiatan yang berlangsung di Aula MD Arifin Lapas Surabaya itu menghadirkan empat sesepuh pemasyarakatan. Mereka adalah Adi Suyatno, R. Mardjaman, Muqowimul Aman, dan Murdiyanto. Keempatnya didampingi Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jatim, Teguh Wibowo.

BACA JUGA :  Sosialisasi Penanganan PMK Oleh Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo di Kodim 0816/Sidoarjo

“Kami berharap seluruh kepala satker dapat mengemban amanah ini sesuai dengan koridor aturan dan SOP yang telah ditetapkan oleh Ditjenpas,” ujar Teguh.

Pria kelahiran Jakarta itu juga berharap para sesepuh Pemasyarakatan selain memberikan penguatan, juga dapat memberikan saran, masukan, petunjuk bahkan pendampingan bagi semua yang hadir.

“Kami perlu banyak belajar dari para sesepuh karena pengalamannya tidak bernilai,” terang Teguh.

Dalam sesi sharing, Mardjaman banyak bercerita tentang sejarah pembuatan Buku Sesepuh Berbagi. Dia menjelaskan inti dari bagian kesatu dan kedua. Kemudian dilanjutkan pemaparan oleh Adi Suyatno.

BACA JUGA :  Babinsa Koramil 0816/13 Wonoayu Pantau Festival Anak Sawah di Kampung Lali Gadget Pagerngumbuk

“Orang yang dituakan atau dijadikan pemimpin karena syarat akan pengalaman dalam kehidupan dan satu organisasi,” ujarnya.

Muqowimul Aman salah satu dari keempat sesepuh Pemasyarakatan turut menjelaskan terkait cover buku yang di gambarkan dengan dua lilin yang menyala.

“Lilin melambangkan suatu semangat yang diharapkan bisa diwariskan kepada generasi penerus. Walaupun dalam lingkup kecil, lilin bisa memberikan penerangan di sekitarnya,” harapnya.

Terkahir Murdiyanto berharap bahwa buku tersebut menjadi ajang silaturahmi dan perekat antara generasi selanjutnya. Karena merupakan warisan leluhur yang harus dilestarikan.

BACA JUGA :  Pabrik Thinner di Pergudangan Safe n Lock Sidoarjo Terbakar Hebat, Dua Karyawan Alami Luka Bakar

Para sesepuh berpesan meminta kepada semua jajaran untuk membaca buku yang telah dibagikan dan diimplementasikan dalam setiap menjalankan tugas.

“Sesepuh berbagi bak tutur tinular penuh harapan, kiranya bisa digunakan sebagai pelindung kala hujan dan dijadikan sekedar penerang saat gelap,” pungkas Adi.

Buku sesepuh berbagi setebal 387 halaman tersebut berisi tentang pesan, keteladanan, semangat kerja, dan makna menjadi sipir penjara. Buku itu diluncurkan oleh Menkumham Yasonna H Laoly pada 26 April 2022. Ditulis oleh 23 orang sesepuh pemasyarakatan dengan beragam latar belakang yang dimilikinya. (cles)