SIDOARJO TERKINI
Gaya Hidup & Romantika Headline Indeks Olahraga Politik & Pemerintahan

Kenduri Nasional Peringatan 1 Abad Berdirinya PSHT Digelar di Ranting Gedangan

 


(SIDOARJOterkini) – Ratusan pesilat yang tergabung dalam Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Gedangan menggelar peringatan 100 tahun (1 Abad) berdirinya Perguruan pencak silat yang berpusat di Madiun tersebut di lapangan Desa Kragan Kecamatan Gedangan, Kamis malam 01 September 2022.

Hadir dalam.acara tersebut Kapolsek Gedangan Kompol Samsul Hadi, perwakilan Camat Gedangan, perwakilan Danramil gedangan dan beberapa tamu undangan lainnya. Bahkan terlihat perwakilan perguruan pencak silat lainnya sebagai bentuk silaturahmi dengan sesama anggota pencak silat yang tergabung di IPSI sidoarjo.

Lagu Indonesia Raya dan Mars PSHT menggema sebagai pembuka kegiatan. Dan puncak acara pada pukul 19.22 WIB yaitu merupakan tahun berdirinya PSHT ,Usai pemotongan tumpeng oleh Kang Mas Kurniadi selaku ketua panitia dan diserahkan kepada Ketua Ranting Gedangan kang Mas Dasrip, dilanjutkan doa Bersama sebagai bentuk syukur dan terimakasih atas ajaran pencak dan kerohanian dari sang pendiri, Eyang Suro Diwiryo . Untaian doa juga dipanjatkan untuk sesepuh sesepuh PSHT yang mengabdikan dirinya untuk kemajuan organisasi pencak silat itu.

BACA JUGA :  Dirgahayu TNI ke 77, Bupati Sidoarjo: TNI Milik Rakyat, TNI Adalah Kita
BACA JUGA :  Bupati Sidoarjo Bersama Deltamania Gelar  Doa Bersama Untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Di sela pembacaan sejarah berdirinya PSHT, dalam sambutannya ketua PSHT Ranting Gedangan Sidoarjo Dasrip berpesan untuk tetap menjunjung nilai-nilai luhur ajaran yaitu menjadi manusia yang berbudi luhur tahu benar dan salah.

“Sehingga Mampu memberi tauladan kebaikan kepada masyarakat sekitar dimana pun kita berada,”ungkapnya.

Kenduri Nasional yang digelar juga semakin gayeng dengan tampilan seni pencak silat dari siswa sabuk merah muda atas nama Muhammad Tyaga Akmal . Meskipun masih belia, namun rangkaian Tongkat dan goloknya menyajikan seni yang didasari gerak langkah yang kokoh dengan diiringi lantunan musik tradisional. Dilanjutkan seni Solospel ( gerak silat tangan kosong ) oleh sesepuh sesepuh Ranting Gedangan. Meskipun usia Warga Sepuh rata rata di atas 50 tahunan, gerak serang hindarnya masih terasa tegas dan lincah.(cles)