SIDOARJO TERKINI
Headline Hukum & Kriminal Indeks Politik & Pemerintahan

Kemenkumham Jatim Usulkan Pengadaan Alat Pendeteksi Handphone untuk Lapas/ Rutan

 

(SIDOARJOterkini) – Kanwil Kemenkumham Jatim terus berkomitmen melakukan pemberantasan handphone di lapas/ rutan. Terbaru, instansi yang dipimpin Wisnu Nugroho Dewanto itu telah mengusulkan pengadaan alat pendeteksi handphone untuk lapas/ rutan.

Hal itu diungkapkan Plt Kadiv Pemasyarakatan Gun Gun Gunawan saat memimpin Satuan Operasional dan Kepatuhan Internal Pemasyarakatan (Satops Patnal Pas) Kanwil Kemenkumham Jatim melakukan sidak di Lapas IIA Sidoarjo hari ini (22/2). Selain melakukan penggeledahan kamar hunian, tim juga melakukan tes urin untuk mengetahui ada tidaknya kandungan narkotika dalam tubuh.

“Ini adalah wujud komitmen kami untuk melakukan menciptakan lapas yang zero handphone, pungli dan narkotika (halinar),” ujar Gun Gun.

BACA JUGA :  Pangdam V/Brawijaya Tinjau Lokasi Kunker Wapres RI di Tulangan Sidoarjo

Gun Gun yang didampingi Kalapas Sidoarjo Teguh Pamuji menyebutkan, pihaknya mulai kembali misi ‘bersih-bersih’ lapas. Dimulai dari Lapas Sidoarjo.

“Kami menggandeng polsek dan koramil setempat sebagai bentuk transparansi,” terangnya.

BACA JUGA :  Babinsa Koramil 12/Prambon Kawal Penyaluran BLT-DD Watutulis

Pada penggeledahan kali ini difokuskan di blok A dan blok W. Blok A merupakan hunian untuk warga binaan laki-laki kasus umum. Sedangkan blok W merupakan blok khusus perempuan.

“Kami tidak menemukan barang-barang menonjol seperti handphone, dll,” tutur Gun Gun.

Meski begitu, Gun Gun berharap ke depan upaya-upaya yang dilakukan jajarannya lebih optimal lagi. Salah satunya dengan pemenuhan sarana prasarana.

“Kami mengusulkan minimal kantor wilayah memiliki alat pendeteksi handphone, agar hasil penggeledahan lebih optimal,” urainya.

BACA JUGA :  Bupati Sidoarjo Buka Pelatihan Barista di Buduran

Nantinya, alat tersebut akan digunakan untuk kegiatan penggeledahan rutin maupun isidentil. Sehingga, hasil pemetaan keamanan dan ketertiban lapas/ rutan bisa lebih akurat. Dia berharap, usulannya bisa diakomodir Ditjen Pemasyarakatan pada tahun ini.

“Saya kira semua lapas/ rutan semua punya keinginan yang sama, agar semakin bersih dari halinar,” tegasnya. (cles)