SIDOARJO TERKINI
Headline Indeks Politik & Pemerintahan

Kedalaman Sumur Gas Lapindo di Tanggulangin 1100 Meter

Polisi berjaga disekitat lokasi sumur Kedungbanteng
Polisi berjaga disekitat lokasi sumur Kedungbanteng

(SIDOARJOterkini)-Izin pengeboran atau ekplorasi Lapindo
Brantas Inc di blok Brantas di wilayah Sidoarjo adalah pemerintah
pusat. Dan, izin tersebut sebenarnya sudah keluar jauh hari sebelum
semburan lumpur selesai.

Sumur migas Lapindo di Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin termasuk
Kedungbanteng telah dieksploitasi sejak tahun 2005. Dari lima sumur
yang ada di Kalidawir, yang berproduksi hanya empat sumur.
Sebab, satu sumur yang merupakan sumur minyak hanya berproduksi
beberapa bulan saja dan saat ini sudah habis.

Gas dari empat sumur itu menyuplai jaringan distribusi gas bumi di
wilayah Sidoarjo dan Surabaya. Lapindo akan melakukan pendalaman
sumur sedalam 1.100 meter. “Saat ini tahapannya pengurukan lahan,
setelah itu baru dilakukan ekplorasi atau pendalaman sumur,” ujar PR
Manager Lapindo Brantas Inc, Arif Prasetyo Widodo.

BACA JUGA :  Ajak UKM Bangkit dari Pandemi, Alfamart dan Nestlé Gelar Festival UKM Sabang-Merauke
BACA JUGA :  Rangkaian Kegiatan Hari Jadi ke 163, Bupati Muhdlor Ziarah ke Makam Para Pendahulunya

Empat sumur di Kalidawir menghasilkan 5 juta kaki kubik per hari.
Kini, target ditingkatkan menjadi 10 juta kaki kubik per hari untuk
memenuhi kebutuhan gas nasional. Jika pendalaman sumur berjalan
lancar, diharapkan
produksi gas yang dihasilkan bisa memenuhi lebih banyak lagi kebutuhan
gas rumah tangga.

Sedangkan sumur migas di kawasan Kedungbanteng, tidak ada hubungannya
dengan sumur di Banjar Panji I yang kini dilokasi itu mengeluarkan
semburan lumpur. Pasalnya, selain kedalamannya tidak sama, antara
sumur di Kedungbanteng dan Banjar Panji I tidak saling terkoneksi. Dua
lokasi sumur itu juga sangat berbeda. Karena sumur di Kedungbanteng
dalamnya 1100 meter dan sumur di Banjar Panji I dalamnya 3100 meter. (st-12)