SIDOARJO TERKINI
Headline Indeks Politik & Pemerintahan

Kalangan Kades Terlanjur Pecah, Anggaran Mobdes Gagal

Supriyadi
Supriyadi

(SIDOARJOterkini)-Rencana pemberian mobdin untuk kades sering disampaikan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah. Hal ini menyebabkan, banyak pihak menyebut sebagai intrik politik untuk mendapat dukungan dari kades. Sebab, Saiful Ilah juga mencalonkan lagi sebagai bupati Sidoarjo.

Bukan hanya itu, di kalangan kepala desa akhirnya terjadi pro dan kontra atas mobdin kades itu. Kades yang pro mobdin, memberikan dukungan kepada Saiful Ilah agar segera dianggarkan.

Bahkan, akhirnya terjadi perpecahan di kalangan kades sendiri yang kemudian muncul sebuah organisasi baru bernama Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKPD) Kabupaten Sidoarjo. “Ada indikasi untuk memecah kades, dengan membentuk organisasi baru,” ujar Ketua Paguyuban Kades se Kabupaten Sidoarjo, HM. Supriyadi, Rabu (28/10/2015).

Kades Trosobo, Kecamatan Taman itu menduga kuat, upaya pemecahan tersebut terkait erat dengan momen Pemilukada Sidoarjo. “Karena sudah tersebar luas kalau saya memang tidak mendukung salah satu calon yang masih punya power (kekuatan) di pemerintahan, sehingga organisasi yang saya ketuai ini harus dipecah,” tandasnya.

Namun lucunya, yang dipakai iming-iming untuk memecah organisasi para Kades itu adalah pemberian mobdin yang beberapa waktu lalu sempat mewacana. Padahal dia mendengar, alokasi untuk mobdin yang kerap diplesetkan menjadi mobil operasional desa tersebut sudah ditolak oleh pihak-pihak yang memiliki kewenangan di bidang penganggaran.

Sayangnya. Banyak kades yang tidak paham jika sebenarnya mibil kades itu tidak bisa dianggarkan karena tidak ada payung hukumnya.“Tapi banyak teman-teman Kades tidak tahu informasi ini. Sehingga mereka percaya, mereka nanti akan dapat mobdin kalau mendukung salah satu calon tertentu,” jelas Supriyadi.

Supriyadi kembali menegaskan, soal pengadaan mobdin Kades pihaknya
telah tegas menolak. Sebab menurutnya, pengadaan tersebut mencederai
hati rakyat Sidoarjo yang masih banyak hidup dibawah garis kemiskinan.

Pengadaan mobdin dianggapnya hanyalah sebuah tindakan foya-foya, yang
justru malah lebih bermanfaat jika dialokasi untuk mewujudkan program-program lain yang lebih pro rakyat. “Akan lebih bermanfaat kalau anggaran mobdin itu dialokasikan untuk program pengatasan kemiskinan maupun perbaikan sarana dan prasarana
yang jauh dari kata layak,” jelas Supriyadi.

Saat ini masih banyak gedung-gedung sekolah rusak, jalan-jalan rusak, bahkan banjir yang selalu menjadi langganan ketika musim hujan tiba. Kenyataannya, menjelang Pilkada mobdin Kades yang malah terus digembar-gemborkan. (st-12)