SIDOARJO TERKINI
Headline Hukum & Kriminal Indeks

Kakak Beradik Hajar Suami Siri Ibu Hingga Babak Belur


(SIDOARJOterkini)- Tidak setuju ibunya menikah lagi, akhirnya menghajar bapak tirinya. Hal inilah yang dilakukan dua kakak-adik asal Dusun Rangkah Lor, Desa Bluru Kidul, Sidoarjo

Kakak-adik bernama Saiful Arifin 26, dan Pirnando 22, merasa ibunya telah dibohongi oleh sosok ayah tirinya (Nardi). Nardi tergolong brondong jika dibandingkan dengan ibunya (Anik Suharyati) yang sudah berusia 42 tahun.

Peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Minggu (6/12/2015) lalu. Saat itu, Pirnando dan kakaknya Saiful baru pulang dari bekerja serabutan di Situbondo.

Pirnando dan Saiful sejak bekerja di luar kota jarang pulang. Dalam satu atau dua bulan, mereka hanya bisa sekali pulang itupun hanya sehari atau dua hari saja.

Keduanya kaget dan naik ketika melihat ayah tirinya, Nardi 30, enak-enakan tidur di kamar ibunya. “Kok enak bener tidur di kamar ibu. Langsung saja kami pukuli,” ujar Saiful.

BACA JUGA :  Petani Desa Randegan Gelar Keleman Ungkap Syukur Masuki Masa Tanam

Menurut Saiful, Nardi yang berasal dari Blora, Jateng, ini hanya memanfaatkan ibunya saja. Pekerjaan Nardi sebagai buruh bangunan yang tidak setiap hari bekerja ini dirasa tidak memberikan kontribusi apa-apa terhadap ekonomi keluarganya.

Keduanya menganggap Nardi sama seperti pengangguran, karena tidak setiap hari bekerja.
Padahal, tiap bulan Saiful dan adiknya mengirimkan uang ke ibunya untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

BACA JUGA :  RSUD Krian Buka Perekrutan Pegawai Medis dan Non Medis, Berikut Penjelasannya

Karena itulah, kakak-beradik ini merasa uang hasil jerih payahnya dipakai secara cuma-cuma oleh Nardi. “Orangnya kayak gitu, p)cuma nyusahin aja. Saya tidak terima ibu saya diperalat,” tandas Saiful.

Saiful menuturkan jika memang serius menjalin rumah tangga, seharusnya Nardi menikahi ibunya secara resmi. “Nikah siri kami tidak memberitahu. Ini namanya tidak ada itikad baik,” tambah Pirnando.

Mendapati serangan brutal dua anak tirinya, Nardi tak melakukan apa-apa. Bahkan, ketika kepalanya dilempari gelas, Nardi tak melawan Saiful dan Pinardo yang sedang kalap.
“Korban hanya menangkis dan melindungi kepalanya dari serangan kedua tersangka,” ujar Kapolsek Sidoarjo Kota, Kompol Naufil Hartono, Selasa (8/12/2015).

BACA JUGA :  Lelang Parkir via Youtube Capai Rp 32 Miliar, Bupati Muhdlor: Bentuk Transparansi

Begitu ada kesempatan, lanjut Naufil, Nardi langsung lari dari rumah istri sirinya. Korban langsung melapor ke Polsek Kota Sidoarjo.”Senin dini hari keduanya kami tangkap,” jelas Naufil.

Ketika melapor, tubuh Nardi sudah dalam keadaan luka-luka. Selain lebam di seluruh wajah, hidung Nardi pun mengeluarkan darah.

Naufil menambahkan, Saiful dan Pinardo tidak dalam pengaruh alkohol ketika melakukan penganiayaan. Pengeroyokan itu dilakukan secara spontan oleh keduanya begitu pulang ke rumah dan melihat Nardi yang tengah santai sendirian di kamar ibunya.(st-12)