SIDOARJO TERKINI
Headline Hukum & Kriminal Indeks Pojok Desa

Kades Suko Sukodono Dijebloskan ke Penjara Kasus Pungli PTSL

 

Kades Suko Rokhayani saat digelandang ke mobil tahanan Kejari Sidoarjo

(SIDOARJOterkini) – Setelah Minggu lalu sempat mangkir pada pemanggilan pertama, Kepala Desa Suko Kecamatan Sukodono Rokhayani yang telah ditetapkan tersangka akhirnya ditahan oleh Penyidik Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Senin 31 Januari 2022.

Tersangka Rokhayani yang datang dengan pengacaranya M Soleh memenuhi pemanggilan kedua dari tim penyidik Kejari Sidoarjo. Tersangka Rokhayani menjalani serangkaian pemeriksaan hingga sore hari, sebelum akhirnya tim penyidik Kejari Sidoarjo menahannya.

“Dengan berbagai pertimbangan, tersangka akhirnya kita lakukan penahanan mulai hari ini untuk penegakan hukum,”ungkap Kasi Intel Kejari Sidoarjo Aditya Rakatama.

BACA JUGA :  Wanita Muda Patah Kaki, Setelah Motornya Tergelincir di Jalan Wonokupang Balongbendo

Dijelaskan Kasi Intel, tim penyidik Kejari Sidoarjo melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap tersangka Kades Suko yang hadir pada pemanggilan kedua.

“Setelah mangkir pada panggilan pertama, tersangka datang memenuhi panggilan kedua Tim penyidik dan langsung diperiksa sebagai Tersangka,”ungkap Raka.

BACA JUGA :  Wabup Subandi Jenguk Balita Tanpa Anus dan Pengidap Down Syndrome di Wilayut Sukodono

Kepada tersangka Rokhayani lanjut Raka, Kejari Sidoarjo telah mempertimbangkan berbagai hal termasuk hak dari Tersangka dan mempertimbangkan pasal yang disangkakan yakni pasal 11 dan pasal 12e UU RI No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Dengan ancaman hukuman penjara di atas lima tahun.

“Dengan pertimbangan itulah, Tersangka kita lakukan penahanan untuk 20 hari ke depan di Rutan Kejati Jatim, mulai tanggal 31 Januari 2002 sampai dengan tanggal 19 Februari 2002,”tegasnya.

BACA JUGA :  Wabup Subandi Selesaikan Polemik Akses Jalan Perumahan di Desa Bligo Candi 

Dirinya menambahkan, pemeriksaan beberapa pihak masih terus dilakukan tim penyidik Kejari Sidoarjo termasuk beberapa perangkat desa dan tim panitia PTSL.

“Sedang dikembangkan, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain,”tandasnya. (cles)